<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kementerian Pertanian Arsip - Fakta Delik</title>
	<atom:link href="https://www.faktadelik.com/tag/kementerian-pertanian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.faktadelik.com/tag/kementerian-pertanian/</link>
	<description>Mengungkap Fakta Dibalik Pena</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Jun 2026 08:12:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.faktadelik.com/wp-content/uploads/2026/07/cropped-Logo-Fakta-Delik-1-32x32.png</url>
	<title>Kementerian Pertanian Arsip - Fakta Delik</title>
	<link>https://www.faktadelik.com/tag/kementerian-pertanian/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Satgas Pangan Polri Selidiki Dugaan Kartel Harga TBS Sawit</title>
		<link>https://www.faktadelik.com/satgas-pangan-polri-selidiki-dugaan-kartel-harga-tbs-sawit/</link>
					<comments>https://www.faktadelik.com/satgas-pangan-polri-selidiki-dugaan-kartel-harga-tbs-sawit/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fakta Delik]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 08:12:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukrim]]></category>
		<category><![CDATA[kartel harga TBS]]></category>
		<category><![CDATA[kelapa sawit]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Satgas Pangan Polri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.faktadelik.com/?p=100437</guid>

					<description><![CDATA[<p>Faktadelik.com, Jakarta – Satgas Pangan Polri mulai menyelidiki dugaan kartel dan persekongkolan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit setelah ditemukan penurunan harga yang…</p>
<p>Artikel <a href="https://www.faktadelik.com/satgas-pangan-polri-selidiki-dugaan-kartel-harga-tbs-sawit/">Satgas Pangan Polri Selidiki Dugaan Kartel Harga TBS Sawit</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.faktadelik.com">Fakta Delik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Faktadelik.com, Jakarta –</strong> Satgas Pangan Polri mulai menyelidiki dugaan kartel dan persekongkolan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit setelah ditemukan penurunan harga yang tidak sejalan dengan kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) dunia dan penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah.</p>
<p>Kepala Satgas Pangan Polri, Brigjen Pol. Ade Simanjuntak, mengatakan pihaknya akan menggandeng Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk menelusuri indikasi praktik yang menyebabkan harga TBS di tingkat petani turun di tengah tren positif pasar global.</p>
<p>“Kami menduga adanya indikasi kartel atau persekongkolan yang menyebabkan harga TBS turun di saat harga CPO dunia tidak turun, bahkan cenderung naik. Karena itu, kami akan melakukan penyelidikan bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), baik di tingkat pusat maupun daerah,” ujar Ade dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Perkembangan dan Upaya Stabilisasi Harga TBS Kelapa Sawit yang dipimpin Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (8/6/2026).</p>
<p>Rapat tersebut turut dihadiri pelaku usaha, asosiasi petani sawit, Satgas Pangan Polri, serta jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda dari 25 provinsi di seluruh Indonesia.</p>
<p>Ade menegaskan pihaknya mendukung penuh upaya pemerintah untuk mencegah praktik-praktik yang merugikan petani maupun penerimaan negara, termasuk dugaan permainan harga TBS di tengah tren kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) dunia.</p>
<p>“Satgas Pangan Polri mendukung sepenuhnya program pemerintah untuk mencegah segala bentuk praktik yang merugikan masyarakat maupun negara. Kami melihat adanya fenomena pembelian TBS dengan harga yang tidak wajar di saat harga CPO dunia justru cenderung meningkat,” kata Ade.</p>
<p>Menurutnya, kondisi tersebut mengindikasikan adanya praktik yang perlu ditelusuri lebih lanjut karena harga TBS justru mengalami penurunan ketika berbagai indikator pasar menunjukkan tren yang positif.</p>
<p>Ade menegaskan Satgas Pangan Polri tidak akan ragu melakukan penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran yang merugikan petani dan mengganggu iklim usaha yang sehat.</p>
<p>“Kami tidak akan segan melakukan penegakan hukum secara tegas sesuai koridor hukum yang berlaku. Kami berharap seluruh pihak mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat daya saing komoditas Indonesia,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Mentan Amran menegaskan pemerintah berkomitmen melindungi sekitar 15 juta petani sawit yang menggantungkan hidupnya pada komoditas tersebut. Menurutnya, penurunan harga TBS yang terjadi beberapa waktu terakhir merupakan anomali karena tidak sejalan dengan perkembangan harga CPO dunia maupun penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah.</p>
<p>“Perintah Bapak Presiden jelas, bela petani. Harga TBS harus kembali seperti semula. Bahkan seharusnya berpotensi naik karena harga CPO dunia meningkat dan nilai tukar dolar menguat. Tidak ada alasan harga TBS justru turun,” kata Mentan Amran.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemantauan Kementan, sekitar 270 hingga 300 perusahaan dari total sekitar 1.900 perusahaan sawit tercatat belum mengembalikan harga TBS sesuai kondisi pasar. Data perusahaan tersebut akan disampaikan kepada jajaran kepolisian untuk ditindaklanjuti.</p>
<p>“Kami akan menyerahkan datanya kepada Kapolda, Dirkrimsus, dan Satgas Pangan untuk dilakukan pemeriksaan. Kalau masih ada yang menekan harga TBS, tidak ada kompromi. Kita tindak lanjuti sesuai aturan,” tegasnya.</p>
<p>Mentan Amran menambahkan, langkah cepat pemerintah bersama Satgas Pangan Polri mulai menunjukkan hasil. Berdasarkan laporan yang diterima Kementan, sekitar 70 persen harga TBS yang sebelumnya mengalami penurunan kini telah kembali bergerak normal.</p>
<p>Sinergi Kementan, Satgas Pangan Polri, pemerintah daerah, KPPU, serta pelaku usaha diharapkan dapat menciptakan tata niaga sawit yang lebih sehat, transparan, dan berkeadilan sehingga manfaat industri sawit dapat dirasakan secara optimal oleh jutaan petani di seluruh Indonesia.</p>
<p>“Kita ingin ekosistem sawit yang sehat. Pengusaha mendapatkan kepastian berusaha, sementara petani memperoleh harga yang layak sesuai kondisi pasar. Yang terpenting, petani tidak boleh dirugikan,” tutup Mentan Amran.</p>
<p>Artikel <a href="https://www.faktadelik.com/satgas-pangan-polri-selidiki-dugaan-kartel-harga-tbs-sawit/">Satgas Pangan Polri Selidiki Dugaan Kartel Harga TBS Sawit</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.faktadelik.com">Fakta Delik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.faktadelik.com/satgas-pangan-polri-selidiki-dugaan-kartel-harga-tbs-sawit/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Wajo Andi Rosman Temui Mentan Amran Sulaiman: Perkuat Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani</title>
		<link>https://www.faktadelik.com/bupati-wajo-andi-rosman-temui-mentan-amran-sulaiman-perkuat-ketahanan-pangan-dan-kesejahteraan-petani/</link>
					<comments>https://www.faktadelik.com/bupati-wajo-andi-rosman-temui-mentan-amran-sulaiman-perkuat-ketahanan-pangan-dan-kesejahteraan-petani/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hardiwan FD]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 15:40:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Rosma]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Wajo]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Andi Amran Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Wajo]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Wajo]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada Pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.faktadelik.com/?p=98141</guid>

					<description><![CDATA[<p>FAKTADELIK.COM, WAJO &#8211; Bupati Wajo, H. Andi Rosman, S.Sos., M.M., bertemu dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, di Kantor Kementerian Pertanian RI,…</p>
<p>Artikel <a href="https://www.faktadelik.com/bupati-wajo-andi-rosman-temui-mentan-amran-sulaiman-perkuat-ketahanan-pangan-dan-kesejahteraan-petani/">Bupati Wajo Andi Rosman Temui Mentan Amran Sulaiman: Perkuat Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.faktadelik.com">Fakta Delik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FAKTADELIK.COM, WAJO &#8211;</strong> Bupati Wajo, H. Andi Rosman, S.Sos., M.M., bertemu dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, di Kantor Kementerian Pertanian RI, Jakarta, Senin (20/04/2026).</p>
<p>Pertemuan itu berlangsung dalam rangka membahas penguatan sektor pertanian di Kabupaten Wajo, termasuk program swasembada pangan, peningkatan infrastruktur pertanian, serta dukungan alat mesin pertanian (alsintan) bagi petani setempat.</p>
<p>Terlebih dahulu Andi Rosman menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Mentan Andi Amran Sulaiman.</p>
<p>Apalagi terhadap daerah-daerah di Sulawesi Selatan, khususnya Wajo yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi di wilayah tersebut.</p>
<p>“Kami berterima kasih atas arahan dan bantuan yang selama ini diberikan. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Wajo,” tutur Bupati Andi Rosman usai pertemuan.</p>
<p>Tak hanya itu, Bupati menyampaikan permohonan bantuan pertanian untuk Kabupaten Wajo kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.</p>
<p>&#8220;Kebutuhan kami di Wajo seperti alsintan, bantuan irigasi, embung pertanian, jalan usaha tani, kandang ternak, cetak sawah, bibit serta berbagi kebutuhan petanian dan perkebunan di Kabupaten Wajo, semua kami sampaikan hari ini ke Pak Menteri, semoga ada jalan dan solusinya agar masyarakat Wajo bisa memaksimalkan hal itu,&#8221; paparnya.</p>
<p>Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mendukung program-program pertanian di daerah, termasuk optimalisasi lahan, modernisasi pertanian, dan penanganan pasca-panen.</p>
<p>Hasil pertemuan diharapkan dapat segera ditindaklanjuti dengan program-program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat petani di Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Wajo.</p>
<p>Kabupaten Wajo sendiri terus berupaya meningkatkan produksi pertaniannya guna mendukung target swasembada pangan nasional yang digaungkan pemerintah pusat.</p>
<p>HARDIWAN</p>
<p>Artikel <a href="https://www.faktadelik.com/bupati-wajo-andi-rosman-temui-mentan-amran-sulaiman-perkuat-ketahanan-pangan-dan-kesejahteraan-petani/">Bupati Wajo Andi Rosman Temui Mentan Amran Sulaiman: Perkuat Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.faktadelik.com">Fakta Delik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.faktadelik.com/bupati-wajo-andi-rosman-temui-mentan-amran-sulaiman-perkuat-ketahanan-pangan-dan-kesejahteraan-petani/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini 4 Program Utama Polri dalam Ketahanan Pangan, Ada Swasembada Jagung dengan 1,7 Juta Hektare Lahan</title>
		<link>https://www.faktadelik.com/ini-4-program-utama-polri-dalam-ketahanan-pangan-ada-swasembada-jagung-dengan-17-juta-hektare-lahan/</link>
					<comments>https://www.faktadelik.com/ini-4-program-utama-polri-dalam-ketahanan-pangan-ada-swasembada-jagung-dengan-17-juta-hektare-lahan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fakta Delik]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jan 2025 08:35:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Ini 4 Program Utama Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.faktadelik.com/?p=72273</guid>

					<description><![CDATA[<p>Faktadelik.com, Jakarta – Polri bersama Kementerian Pertanian (Kementan) semakin memperkuat kolaborasi strategis demi mewujudkan swasembada jagung nasional pada tahun 2025. Melalui Gugus Tugas Polri…</p>
<p>Artikel <a href="https://www.faktadelik.com/ini-4-program-utama-polri-dalam-ketahanan-pangan-ada-swasembada-jagung-dengan-17-juta-hektare-lahan/">Ini 4 Program Utama Polri dalam Ketahanan Pangan, Ada Swasembada Jagung dengan 1,7 Juta Hektare Lahan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.faktadelik.com">Fakta Delik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Faktadelik.com, Jakarta –</strong> Polri bersama Kementerian Pertanian (Kementan) semakin memperkuat kolaborasi strategis demi mewujudkan swasembada jagung nasional pada tahun 2025. Melalui Gugus Tugas Polri Mendukung Ketahanan Pangan, Polri akan membantu percepatan program tanam jagung serentak dengan target ambisius mencapai 1,7 juta hektare lahan di seluruh Indonesia.</p>
<p>Dalam rapat koordinasi yang berlangsung secara daring pada Senin, 13 Januari 2025, Ketua Gugus Tugas Polri Mendukung Ketahanan Pangan, Komjen Dedi Prasetyo, menyatakan kesiapannya mendukung penuh langkah Kementan dalam menggenjot produksi jagung nasional. Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman secara virtual.</p>
<p>Komjen Dedi Prasetyo menegaskan bahwa Polri akan berperan aktif sebagai penggerak kelompok tani, menjembatani kebutuhan petani dengan Kementan, serta mengawasi distribusi bantuan hingga ke tingkat petani.</p>
<p>“Tahun 2025 ini, Polri akan membantu Kementan mencapai swasembada jagung demi mewujudkan kemandirian pangan. Kementan tetap menjadi leading sector dalam ketahanan pangan nasional, sementara Polri mendukung dari sisi penggerakan kelompok tani dan pengawasan distribusi,” ujar Dedi.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menjelaskan target tambahan produksi sebesar 4 juta ton jagung diharapkan mampu meningkatkan total produksi nasional hingga 25 persen dibandingkan kondisi saat ini. Program ini akan memanfaatkan lahan kering dan lahan perkebunan di berbagai wilayah Indonesia dengan metode tumpang sari dan monokultur.</p>
<p>“Kami berterima kasih atas kontribusi Polri dalam mendukung ketahanan pangan. Kolaborasi ini sejalan dengan perintah Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat terwujudnya kemandirian pangan nasional,” kata Amran.</p>
<p>Pejabat Kementan yang hadir langsung di Mabes Polri antara lain Ali Jamil selaku Sekjen Kementan, Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Direktur Benih Tanaman Pangan, Direktur Serealia, dan Direktur Alsintan. Rakor ini menjadi momentum penting untuk menyinergikan langkah-langkah strategis antara Polri dan Kementan.</p>
<p>Sebagai wujud komitmen, Polri juga membangun infrastruktur digital dengan meluncurkan aplikasi Gugus Tugas Polri Mendukung Ketahanan Pangan. Aplikasi ini dirancang oleh tim internal SDM Polri untuk mempermudah pengawasan dan kendali pelaksanaan program dari tingkat Mabes hingga Polsek di seluruh Indonesia.</p>
<p>“Pengalaman Polri saat menghadapi krisis COVID-19 menunjukkan bahwa Polri mampu bekerja sama dengan seluruh komponen bangsa untuk melewati masa-masa sulit. Semangat yang sama kini kami bawa dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui infrastruktur digital,” jelas Brigjen Langgeng Purnomo, Wakil Ketua Posko Gugus Tugas Polri.</p>
<p><strong>Dalam upayanya mendukung ketahanan pangan nasional, Polri telah melaksanakan empat program utama, yakni:</strong><br />
1. Program Pekarangan Pangan Bergizi<br />
2. Program Pemanfaatan Lahan Produktif<br />
3. Program Pengawasan Distribusi<br />
4. Program Rekrutmen Personel Polri dengan Kompetensi Pertanian, Peternakan, Perikanan, Gizi, dan Kesehatan Masyarakat</p>
<p>Artikel <a href="https://www.faktadelik.com/ini-4-program-utama-polri-dalam-ketahanan-pangan-ada-swasembada-jagung-dengan-17-juta-hektare-lahan/">Ini 4 Program Utama Polri dalam Ketahanan Pangan, Ada Swasembada Jagung dengan 1,7 Juta Hektare Lahan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.faktadelik.com">Fakta Delik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.faktadelik.com/ini-4-program-utama-polri-dalam-ketahanan-pangan-ada-swasembada-jagung-dengan-17-juta-hektare-lahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kementan dan Kemendes Berkolaborasi untuk Swasembada Pangan</title>
		<link>https://www.faktadelik.com/kementan-dan-kemendes-berkolaborasi-untuk-swasembada-pangan/</link>
					<comments>https://www.faktadelik.com/kementan-dan-kemendes-berkolaborasi-untuk-swasembada-pangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hardiwan FD]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Nov 2024 14:20:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[(Kemendes PDT)]]></category>
		<category><![CDATA[KEMENTAN]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.faktadelik.com/?p=68118</guid>

					<description><![CDATA[<p>Faktadelik.com, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bergerak cepat dan berkolaborasi untuk mengoptimalkan peran desa dalam…</p>
<p>Artikel <a href="https://www.faktadelik.com/kementan-dan-kemendes-berkolaborasi-untuk-swasembada-pangan/">Kementan dan Kemendes Berkolaborasi untuk Swasembada Pangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.faktadelik.com">Fakta Delik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<header class="bg-light">
<div class="navigation-wrap navigation-shadow bg-white">
<nav class="navbar navbar-hover navbar-expand-lg navbar-soft fixed-top">
<div class="container"></div>
</nav>
</div>
</header>
<section class="bg-white pb-60">
<div class="container">
<div class="row">
<div class="col-md-12">
<p><i class="fa fa-home"></i><strong>Faktadelik.com, Jakarta </strong><span style="font-size: inherit"><strong>–</strong> Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bergerak cepat dan berkolaborasi untuk mengoptimalkan peran desa dalam mewujudkan swasembada pangan.</span></p>
</div>
</div>
<div class="row">
<div class="col-md-8">
<div class="wrap__article-detail">
<div class="wrap__article-detail-content">
<p>Melalui Gerakan Nasional Pangan Merah Putih, desa-desa di seluruh Indonesia dihidupkan untuk mendukung swasembada pangan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p>“Desa adalah ujung tombak untuk mewujudkan mimpi besar Bapak Presiden Prabowo. Ini harus kita topang dengan baik,” kata Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, saat acara Gerakan Nasional Pangan Merah Putih Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan di Kantor Pusat Kementan, Rabu (6/11/2024).</p>
<p>Dalam program pekarangan pangan lestari untuk mendukung makanan bergizi, Kementan akan membagikan secara gratis benih cabai, benih sayuran, rumah benih, umbi-umbian, ayam/itik petelur, pakan, dan kandang, serta memberikan pendampingan. Selain itu, kepolisian berperan dalam pengawasan dan pembinaan.</p>
<p>“Untuk pangan bergizi, kita kolaborasi dengan Kemendes dan kepolisian untuk pengawasan dan pendampingan, sedangkan Kementan mendukung dengan benih bibit. Jadi, nantinya bahan baku untuk pangan bergizi akan diambil dari desa,” jelas Mentan Amran di hadapan 1.500 kepala desa yang hadir dari berbagai daerah, termasuk Jawa, Sumatra, dan Bali.</p>
<p>Mentan Amran menekankan bahwa desa akan berperan penting dalam mendukung pangan bergizi dan swasembada pangan. Gerakan ini diharapkan memberdayakan dan menggerakkan ekonomi kerakyatan di desa.</p>
<p>“Muaranya adalah pergerakan ekonomi di desa. Jadi, kita tidak perlu lagi mengambil dari kota atau tempat lain, tetapi bahan bakunya disiapkan di sekitar dapur pangan bergizi untuk anak-anak kita,” ungkap Mentan Amran.</p>
<p>Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes), Yandri Susanto, menyatakan bahwa kolaborasi ini dilakukan untuk mempercepat swasembada pangan dan mendorong desa-desa di seluruh Indonesia untuk memaksimalkan potensi yang ada di wilayahnya.</p>
<p>“Di desa terdapat banyak potensi. Mari kita petakan potensi masing-masing desa, misalnya desa ikan nila, desa tomat, desa kacang tanah, dan sebagainya. Jangan sampai desa dengan potensi yang luar biasa hanya menjadi penonton,” kata Mendes Yandri.</p>
<p>Dijelaskan Mendes Yandri, anggaran Dana Desa dari 2015 hingga 2024 mencapai Rp609 triliun. Pada 2023 tercatat mencapai Rp70 triliun, dan pada 2025 diperkirakan mencapai Rp71 triliun. Untuk mendukung swasembada pangan, Kemendes PDT mengalokasikan anggaran 20 persen dari dana desa untuk pengembangan ekonomi produktif sesuai dengan kearifan lokal.</p>
<p>Oleh karena itu, Kementan dan Kemendes PDT memperkuat komitmen untuk mewujudkan swasembada pangan dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang mencakup pencapaian swasembada pangan, pengembangan sarana dan prasarana produksi pertanian, sinergi program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, serta pertukaran data dan informasi.</p>
<p>Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengapresiasi sinergi positif berbagai pihak dalam menyukseskan swasembada pangan dan mewujudkan Indonesia Emas 2045. “Sesuai arahan Presiden Prabowo, kita harus mencapai swasembada pangan pada tahun 2028. Kita satu tim, semua pihak terlibat, kita perlu koordinasi dan menyatukan kekuatan,” katanya.</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</section>
<p>Artikel <a href="https://www.faktadelik.com/kementan-dan-kemendes-berkolaborasi-untuk-swasembada-pangan/">Kementan dan Kemendes Berkolaborasi untuk Swasembada Pangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.faktadelik.com">Fakta Delik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.faktadelik.com/kementan-dan-kemendes-berkolaborasi-untuk-swasembada-pangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
