<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Monkeypox Arsip - Fakta Delik</title>
	<atom:link href="https://www.faktadelik.com/tag/monkeypox/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.faktadelik.com/tag/monkeypox/</link>
	<description>Mengungkap Fakta Dibalik Pena</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Sep 2024 05:05:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.faktadelik.com/wp-content/uploads/2026/07/cropped-Logo-Fakta-Delik-1-32x32.png</url>
	<title>Monkeypox Arsip - Fakta Delik</title>
	<link>https://www.faktadelik.com/tag/monkeypox/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cacar Monyet di Indonesia, Pahami Penyebab dan Penanganannya</title>
		<link>https://www.faktadelik.com/cacar-monyet-di-indonesia-pahami-penyebab-dan-penanganannya/</link>
					<comments>https://www.faktadelik.com/cacar-monyet-di-indonesia-pahami-penyebab-dan-penanganannya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fakta Delik]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Sep 2024 05:05:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#Cacar Monyet]]></category>
		<category><![CDATA[Monkeypox]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.faktadelik.com/?p=62638</guid>

					<description><![CDATA[<p>FAKTADELIK.COM &#8211; Cacar monyet di Indonesia menjadi kasus yang perlu diwaspadai. Pemerintah Indonesia telah melakukan beberapa upaya untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Salah satunya…</p>
<p>Artikel <a href="https://www.faktadelik.com/cacar-monyet-di-indonesia-pahami-penyebab-dan-penanganannya/">Cacar Monyet di Indonesia, Pahami Penyebab dan Penanganannya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.faktadelik.com">Fakta Delik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>FAKTADELIK.COM &#8211; Cacar monyet di Indonesia menjadi kasus yang perlu diwaspadai. Pemerintah Indonesia telah melakukan beberapa upaya untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Salah satunya adalah meningkatkan pemantauan dan deteksi dini serta menyediakan vaksinasi bagi kelompok yang berisiko.</p>
<p><strong>Cacar monyet</strong> atau <i>monkeypox</i> (<i>Mpox</i>) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus <i>monkeypox. </i>Penyakit ini diawali dengan gejala demam, pusing, dan menggigil.  Setelah 1–4 hari terinfeksi, ruam di kulit barulah muncul di wajah dan menyebar ke bagian tubuh lain, seperti tangan, kaki, mulut, alat kelamin, hingga anus.</p>
<p>Cacar monyet di Indonesia sebenarnya memiliki gejala yang mirip dengan cacar air, yaitu ruam atau bintil berair yang muncul di beberapa bagian tubuh tertentu. Namun, cacar monyet biasanya disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening yang terjadi di rahang bawah, leher, dan selangkangan.</p>
<h3><b>Penyebab Cacar Monyet di Indonesia</b></h3>
<p>Cacar monyet di Indonesia pada dasarnya disebabkan oleh virus <i>monkeypox</i>, yang termasuk ke dalam kelompok <i>orthopoxvirus</i>. Kasus pertama cacar monyet di Indonesia terkonfirmasi pada 2022, dialami oleh seorang pria yang baru kembali dari perjalanan luar negeri.</p>
<p>Virus <i>monkeypox </i>dapat menular dari hewan yang terinfeksi ke manusia maupun menyebar dari manusia ke manusia. Berikut ini adalah kemungkinan penyebab terjadinya cacar monyet di Indonesia:</p>
<ul>
<li>Gigitan atau cakaran dari hewan pengerat, seperti tikus dan tupai, atau hewan primata, seperti monyet dan kera yang terinfeksi.</li>
<li>Kontak langsung dengan cairan tubuh dari orang yang terinfeksi, seperti melalui droplet pernapasan atau menyentuh luka pada kulit.</li>
<li>Kontak atau memakai barang-barang yang digunakan oleh orang atau hewan yang terinfeksi.</li>
</ul>
<p>Selain itu, <i>Mpox </i>juga diketahui dapat ditularkan dari ibu hamil ke janin, konsumsi makanan dari hewan yang terinfeksi virus, dan bepergian ke daerah dengan tingkat kasus cacar monyet yang tinggi.</p>
<h3><b>Penanganan Cacar Monyet di Indonesia</b></h3>
<p>Upaya penanganan cacar monyet di Indonesia dilakukan untuk mengurangi penyebaran dan gejalanya. Pasalnya, pengobatan untuk cacar monyet masih dalam proses pengembangan dan penelitian.</p>
<p>Meskipun begitu, cacar monyet di Indonesia memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi. Hal ini bisa terjadi karena dari semua kasus yang tercatat, penyakit ini hanya menimbulkan gejala ringan, sehingga dapat sembuh dengan sendirinya dalam 2–4 minggu.</p>
<p>Penanganan cacar monyet di Indonesia disesuaikan tingkat keparahannya. Pasien cacar monyet dengan gejala ringan, akan diarahkan untuk isolasi mandiri di rumah dan diberikan obat-obatan yang dapat meringankan gejala. Sementara itu, pasien dengan gejala berat harus dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan pemantauan yang intensif.</p>
<p>Langkah yang diambil oleh Kementerian Kesehatan RI untuk mencegah penyebaran <i>Mpox </i>adalah vaksinasi. Vaksin cacar monyet diprioritaskan bagi tenaga medis dan orang-orang yang berisiko tinggi, seperti mereka yang pernah kontak langsung dengan penderita atau hewan pembawa virus.</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI juga telah melakukan pengawasan di seluruh fasilitas kesehatan serta menetapkan laboratorium rujukan agar pengendalian penyakit ini lebih efektif. Selain itu, pemerintah Indonesia sudah melakukan penyelidikan epidemiologi bersama komunitas dan mitra HIV/AIDS terkait cacar monyet.</p>
<p>Itulah beberapa informasi mengenai cacar monyet di Indonesia yang perlu diketahui. Meskipun vaksinasi belum tersedia untuk semua orang, pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menghindari kontak langsung dengan penderita cacar monyet, dan menghindari binatang yang mungkin terkena infeksi.(*)</p>
<p>Sumber : Alodokter                              Ditinjau oleh : dr. Robby Firmansyah Murzen</p>
<p>Artikel <a href="https://www.faktadelik.com/cacar-monyet-di-indonesia-pahami-penyebab-dan-penanganannya/">Cacar Monyet di Indonesia, Pahami Penyebab dan Penanganannya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.faktadelik.com">Fakta Delik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.faktadelik.com/cacar-monyet-di-indonesia-pahami-penyebab-dan-penanganannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>WHO Tetapkan Mpox sebagai Kedaruratan Kesehatan Global: Indonesia Tingkatkan Kesiapsiagaan</title>
		<link>https://www.faktadelik.com/who-tetapkan-mpox-sebagai-kedaruratan-kesehatan-global-indonesia-tingkatkan-kesiapsiagaan/</link>
					<comments>https://www.faktadelik.com/who-tetapkan-mpox-sebagai-kedaruratan-kesehatan-global-indonesia-tingkatkan-kesiapsiagaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fakta Delik]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Aug 2024 03:35:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[#Kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[Monkeypox]]></category>
		<category><![CDATA[Mpox]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.faktadelik.com/?p=61960</guid>

					<description><![CDATA[<p>Faktadelik.com, Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 14 Agustus 2024 menetapkan Monkeypox (Mpox) sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (Public Health Emergency…</p>
<p>Artikel <a href="https://www.faktadelik.com/who-tetapkan-mpox-sebagai-kedaruratan-kesehatan-global-indonesia-tingkatkan-kesiapsiagaan/">WHO Tetapkan Mpox sebagai Kedaruratan Kesehatan Global: Indonesia Tingkatkan Kesiapsiagaan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.faktadelik.com">Fakta Delik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Faktadelik.com, Jakarta</strong> – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 14 Agustus 2024 menetapkan Monkeypox (Mpox) sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC). Keputusan itu diambil setelah terjadi peningkatan signifikan kasus Mpox di Republik Demokratik Kongo dan beberapa negara Afrika lainnya.</p>
<p>Merespons penetapan itu, Pelaksana Harian (Plh) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Yudhi Pramono, menegaskan bahwa Indonesia akan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi penyebaran Mpox.</p>
<p>&#8220;Pemerintah Indonesia melalui Kemenkes meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah-langkah kesiapsiagaan serta respons terhadap Mpox yang telah kembali ditetapkan sebagai PHEIC oleh WHO,&#8221; ujar Yudhi seperti yang dikutip InfoPublik pada Selasa (20/8/2024).</p>
<p>Di Indonesia, Mpox telah dikategorikan sebagai Penyakit Emerging Tertentu Berpotensi Wabah, dan upaya penanggulangannya telah diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/1977/2022.</p>
<p>Yudhi menjelaskan bahwa antisipasi dilakukan dengan memperketat pengawasan terhadap orang, alat angkut, barang, dan lingkungan di pintu masuk negara, terutama yang berasal dari negara-negara terjangkit. Selain itu, peningkatan surveilans penyakit Mpox di pintu masuk dan wilayah menjadi prioritas.</p>
<p>&#8220;Kami juga memperkuat koordinasi kesiapsiagaan dan respons dengan para pemangku kepentingan terkait di pintu masuk negara serta meningkatkan edukasi dan komunikasi risiko bagi masyarakat,&#8221; tambah Yudhi.</p>
<p>Penetapan status PHEIC ini merupakan yang kedua kalinya dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya, pada Juli 2022, WHO juga menyatakan status darurat serupa akibat penyebaran Mpox yang meluas ke berbagai negara di luar Afrika, di mana virus tersebut sebelumnya tidak pernah terjadi. Status PHEIC tersebut kemudian dicabut pada Mei 2023 setelah terjadi penurunan kasus secara signifikan di seluruh dunia.</p>
<p>Sejalan dengan keputusan WHO, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) juga menyatakan status darurat Mpox di Afrika sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat untuk Keamanan Kontinental (Public Health Emergency of Continental Security/PHECS) pada 13 Agustus 2024.</p>
<p>Direktur Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan, Achmad Farchanny Tri Adryanto, menambahkan bahwa peningkatan pengawasan di pintu masuk negara dilakukan melalui skrining suhu menggunakan thermal scanner. Selain itu, kewaspadaan terhadap penyebaran kasus Mpox juga dilakukan dengan pemantauan visual terhadap tanda atau gejala penyakit tersebut pada pelaku perjalanan.</p>
<p>Berdasarkan laporan “Technical Report Mpox di Indonesia Tahun 2023” yang diterbitkan Kemenkes pada 2024, surveilans Mpox di Indonesia diperkuat melalui deteksi kasus aktif di fasilitas pelayanan kesehatan, terutama pada kelompok berisiko tinggi. Mayoritas kasus ditemukan pada pasien dengan orientasi homoseksual (LSL), dan setiap penemuan kasus dilakukan penyelidikan epidemiologi serta pelacakan kontak.</p>
<p><strong>Situasi Global Mpox</strong></p>
<p>Sepanjang 1 Januari 2022 hingga 30 Juni 2024, WHO menerima laporan total kumulatif 99.176 kasus konfirmasi Mpox, termasuk 208 kematian dari 116 negara di Wilayah Regional WHO. Pada Juni 2024 saja, dilaporkan 934 kasus baru dan 4 kematian dari 26 negara, dengan sebagian besar kasus baru berasal dari Afrika (61 persen), diikuti oleh Amerika (19 persen), dan Eropa (11 persen).</p>
<p>Menurut laporan WHO “Multi-country outbreak of mpox. External Situation Report 35” yang diterbitkan pada 12 Agustus 2024, wilayah Regional Afrika melaporkan peningkatan jumlah kasus Mpox, dengan 567 kasus pada Juni 2024 dibandingkan 465 kasus pada Mei 2024. Sebagian besar kasus konfirmasi Mpox (96 persen) di wilayah Afrika dilaporkan dari Republik Demokratik Kongo.</p>
<p>Semua sekuens dari kasus wabah Mpox di Afrika Tengah dan Timur adalah varian virus Mpox (MPXV) Clade I, yang dianggap lebih parah dibandingkan Clade II, dengan kecenderungan sakit berat dan tingkat kematian lebih tinggi. Adapun, sekuens MPXV di Indonesia yang tercatat pada Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) pada 2023 berjenis Clade IIb, yang memiliki kecenderungan gejala ringan dan tingkat kematian rendah.</p>
<p>(Sumber : Infopublik)</p>
<p>Artikel <a href="https://www.faktadelik.com/who-tetapkan-mpox-sebagai-kedaruratan-kesehatan-global-indonesia-tingkatkan-kesiapsiagaan/">WHO Tetapkan Mpox sebagai Kedaruratan Kesehatan Global: Indonesia Tingkatkan Kesiapsiagaan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.faktadelik.com">Fakta Delik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.faktadelik.com/who-tetapkan-mpox-sebagai-kedaruratan-kesehatan-global-indonesia-tingkatkan-kesiapsiagaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
