Faktadelik.com, Luwu – Pemerintah Kabupaten Luwu bersama Tim Penggerak PKK, organisasi masyarakat sipil atau Civil Society Organization (CSO), organisasi perempuan dan berbagai elemen masyarakat memperkuat komitmen untuk mencegah dan menghentikan kekerasan berbasis gender.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Senam Sehat dan Deklarasi Stop Kekerasan Berbasis Gender dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang dilaksanakan di Tribun Lapangan Andi Djemma Belopa, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan dibuka oleh Ketua TP PKK Kabupaten Luwu, Ny. Hj. Kurniah Patahudding. Dalam sambutannya, ia mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar olahraga dan deklarasi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan membangun komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, inklusif dan bebas dari kekerasan berbasis gender.
Senam sehat mengingatkan kita pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental. Sementara deklarasi hari ini menjadi pernyataan bersama bahwa kekerasan berbasis gender tidak boleh dibiarkan, tidak boleh dinormalisasi dan tidak boleh ditutup-tutupi.
Menurut Hj.Kurniah, perempuan dan anak memiliki hak untuk hidup aman dan bebas dari kekerasan. Karena itu, masyarakat perlu memiliki keberanian untuk mencegah kekerasan dan keberanian untuk bersuara ketika terjadi tindakan kekerasan.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga memastikan setiap warga dapat hidup dengan aman dan mendapatkan perlindungan.
Mari kita wujudkan Kabupaten Luwu sebagai daerah yang ramah perempuan, ramah anak, sehat, aman dan bebas dari kekerasan.
Sementara itu, Koordinator Kegiatan Deklarasi Stop Kekerasan Berbasis Gender, Andi Sri Rahayu, mengatakan kekerasan pada dasarnya dapat merampas hak dan martabat manusia, baik perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas maupun kelompok masyarakat lainnya.
Kenapa kita mengatakan ini penting, karena kekerasan pada esensinya akan merampas hak manusia itu sendiri, baik perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas maupun seluruh kelompok masyarakat.
Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai organisasi masyarakat sipil dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, diperlukan kerja sama seluruh pihak untuk mencegah dan melawan berbagai bentuk kekerasan.
Andi Sri Rahayu menegaskan bahwa laki-laki maupun perempuan memiliki peran yang sama dalam upaya mencegah kekerasan.
Komitmen kita sebagai CSO hari ini adalah kita harus bersatu melawan berbagai bentuk kekerasan. Laki-laki maupun perempuan memiliki peran masing-masing. Mari kita mengambil peran dan bergerak bersama.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa sejumlah desa di Kabupaten Luwu telah memiliki Satgas untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan kekerasan. Desa tersebut antara lain Rantebelu, Paconne, Salubua, Cimpu dan Belopa.
Sementara itu, beberapa desa lainnya masih dalam proses pembentukan satgas sebagai bagian dari penguatan upaya perlindungan masyarakat di tingkat desa.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah organisasi masyarakat sipil dan lembaga yang memiliki perhatian terhadap perlindungan perempuan, anak dan kelompok rentan, di antaranya European Union, Save the Children, Forum Pengada Layanan, LBH APIK Sulsel, Imaniratu, SCF dan Wallacea.
Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten Luwu, Ketua TP PKK Bidang I, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Luwu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Luwu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Luwu, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Luwu, pimpinan dan perwakilan CSO, organisasi perempuan, Bhayangkari Luwu, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Luwu serta peserta senam sehat dan deklarasi.
Kegiatan ditutup dengan penampilan anak-anak tunanetra dari SLB Al Iman Rewang Luwu, kemudian dilanjutkan dengan pembagian doorprize kepada peserta.













