Faktadelik.com, Barru – Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui kolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar (UNM).
Pelaksanaan program di Kabupaten Barru dilakukan oleh Tim Fakultas Seni dan Desain (FSD) UNM yang diketuai oleh Dr. Rahma M., S.Pd., M.Sn., dengan melibatkan Kelurahan Sumpang dan Sanggar Seni Spen’sArt Kabupaten Barru sebagai mitra.
Program ini hadir sebagai bentuk penguatan ekosistem seni budaya di masyarakat melalui proses pembinaan, pelatihan, pengembangan kreativitas, dan pertunjukan seni.
Kegiatan dirancang untuk memberikan ruang kepada masyarakat, khususnya peserta Sanggar Seni Spen’sArt, dalam mengembangkan kemampuan seni tari sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap potensi budaya lokal.
Pelaksanaan PISN dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari koordinasi dan identifikasi potensi mitra, proses latihan, pengembangan kemampuan kepenarian, eksplorasi dan pengembangan gerak, hingga penyusunan karya untuk dipertunjukkan.
Seluruh proses melibatkan peserta secara aktif sehingga kegiatan tidak hanya berorientasi pada hasil pertunjukan, tetapi juga pada proses pembelajaran dan pengembangan kreativitas.
Kelurahan Sumpang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program melalui penyediaan fasilitas dan ruang kegiatan yang dapat dimanfaatkan untuk proses latihan. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang yang kondusif bagi masyarakat dan peserta untuk terus mengembangkan aktivitas seni.
Sementara itu, Sanggar Seni Spen’sArt Kabupaten Barru menjadi mitra utama dalam proses pengembangan seni tari. Keterlibatan sanggar memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, kedisiplinan, kerja sama, dan pengalaman berkesenian secara langsung.
Puncak kegiatan PISN ditandai dengan pertunjukan hasil karya peserta. Pertunjukan tersebut menjadi ruang apresiasi sekaligus bentuk presentasi atas proses latihan dan pendampingan yang telah dilakukan. Peserta memperoleh pengalaman untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan masyarakat sekaligus membangun rasa percaya diri dalam berkesenian.
Ketua Tim PISN FSD UNM, Dr. Rahma M., S.Pd., M.Sn., menyampaikan bahwa program ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pertunjukan. Hasil kegiatan diharapkan dapat menjadi dasar bagi mitra untuk melanjutkan kegiatan latihan, mengembangkan karya, serta membangun aktivitas seni yang lebih berkelanjutan.
“Pertunjukan bukan menjadi akhir dari program, tetapi menjadi titik awal untuk melihat hasil proses yang telah dilakukan dan mengembangkan kegiatan seni berikutnya. Kami berharap mitra dapat terus melanjutkan latihan dan pengembangan karya secara mandiri,” ujar Dr. Rahma M.
Melalui sinergi antara Kemdiktisaintek, LP2M UNM, FSD UNM, Kelurahan Sumpang, dan Sanggar Seni Spen’sArt Kabupaten Barru, PISN diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan seni budaya di masyarakat. Program ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi perguruan tinggi dengan masyarakat dalam menciptakan ruang kreatif bagi generasi muda untuk mengenal, mengembangkan, dan melestarikan seni budaya.
Ke depan, keberlanjutan program diarahkan pada latihan rutin dan pengembangan karya tari bersama mitra. Dengan demikian, hasil PISN dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi bagian dari aktivitas seni masyarakat di Kabupaten Barru.
Pewarta : Muchlis DS ( ETTA )













