Faktadelik.com, Luwu – Pemerintah Kabupaten Luwu terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui edukasi serta peningkatan kesadaran masyarakat.
Seminar yang digelar di Aula Andi Kambo Kantor Bupati Luwu, Jumat (11/9/2026) tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam memahami berbagai bentuk kekerasan berbasis gender. Kegiatan ini juga mendorong keterlibatan pemerintah, aparat penegak hukum, keluarga, satuan pendidikan dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Luwu, Hj. Hidayah Made, menekankan pentingnya langkah konkret dan sinergis antara Pemerintah Kabupaten Luwu dan Polres Luwu dalam menangani kasus kekerasan seksual.
Menurutnya, penanganan kasus membutuhkan koordinasi lintas sektor agar setiap laporan dapat ditindaklanjuti secara tepat, sekaligus memastikan korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang diperlukan.
Sementara itu, Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo menegaskan bahwa persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama.
Upaya pencegahan, kata dia, tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah, keluarga, satuan pendidikan, organisasi masyarakat dan lingkungan sosial.
Bupati Luwu, H. Patahudding dalam sambutannya turut menyoroti masih adanya kasus kekerasan terhadap anak yang membutuhkan perhatian dan penanganan secara bersama-sama.
“Perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab kita bersama. Anak harus mendapatkan lingkungan yang aman, nyaman dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” tegas Bupati.
Bupati juga mendorong penguatan edukasi kepada keluarga dan masyarakat agar mampu mengenali berbagai bentuk maupun tanda-tanda kekerasan serta mengetahui langkah yang tepat ketika menemukan atau mengalami kasus kekerasan.
Seminar menghadirkan Natanel Elkadus Johanes Sumampouw sebagai narasumber. Ia mengajak peserta memahami kekerasan berbasis gender secara lebih komprehensif dengan menempatkan korban sebagai pusat perhatian dalam proses penanganan.
Natanel menjelaskan bahwa kekerasan berbasis gender dapat berbentuk kekerasan fisik, psikis, seksual maupun ekonomi. Karena itu, pemahaman terhadap pengalaman korban menjadi bagian penting sebelum mengambil kesimpulan maupun menentukan langkah penanganan.
Ia juga menekankan pentingnya perspektif korban dalam melihat dan menganalisis kasus kekerasan, dengan tetap mengutamakan kepentingan terbaik bagi korban.
Melalui seminar tersebut, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya mencegah, mengenali dan merespons berbagai bentuk kekerasan, sekaligus memberikan dukungan kepada korban tanpa menyalahkan ataupun menyudutkan mereka.
Pemerintah Kabupaten Luwu melalui DP3A berharap kegiatan ini dapat membangun kesadaran kolektif sekaligus memperkuat sinergi seluruh pihak dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah dan berperspektif korban.
Turut hadir Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu, Sekretaris Daerah Luwu Muh. Rudi, unsur Forkopimda Kabupaten Luwu, Ketua DPRD Luwu, para kepala OPD, camat dan kepala desa se-Kabupaten Luwu, kepala sekolah SMA, SMP dan sederajat, aparat penegak hukum, organisasi perempuan, pemerhati perempuan dan anak, insan pers, serta peserta dari berbagai organisasi masyarakat dan organisasi perempuan.













