Lewati ke konten utama
Kamis, 15 Oktober 2026 Mengungkap Fakta Dibalik Pena
BREAKING NEWS
Beranda » Berita » Desa Kajaolaliddong Wakili Mitra Keberlanjutan dalam Abdidaya Ormawa Nasional 2026
Berita

Desa Kajaolaliddong Wakili Mitra Keberlanjutan dalam Abdidaya Ormawa Nasional 2026

FAKTADELIK.COM, BONE – Desa Kajaolaliddong yang terletak di Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mendapat undangan untuk menghadiri Anugerah Abdidaya Ormawa Nasional 2026 dalam kategori Kelompok Mitra Keberlanjutan.

Kesempatan ini diberikan atas kontribusi desa dalam mendukung kelanjutan program pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian yang dikembangkan bersama mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas).

Keterlibatan Desa Kajaolaliddong dalam ajang tersebut berawal dari kemitraan antara pemerintah desa, masyarakat, dan Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Unhas melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa).

SPACE IKLAN

Kolaborasi ini diwujudkan melalui program Mannennungeng yang bertajuk “Smart Hydro Loop sebagai Strategi Peningkatan Kemandirian Petani di Desa Kajaolaliddong dalam Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan”. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas petani melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan penerapan teknologi dalam kegiatan pertanian.

Pelaksanaan program Mannennungeng didukung oleh empat inovasi yang terintegrasi. Uwai Tuo menghadirkan teknologi irigasi presisi berbasis Internet of Things (IoT), sedangkan Pabbura mengolah limbah pertanian dan peternakan menjadi pupuk organik. Komponen Warani berorientasi pada pengendalian hama secara ramah lingkungan, sementara Garisi’ menerapkan strategi pola tanam adaptif dan rotasi varietas unggul. Penerapan keempat inovasi ini bertujuan membangun sistem pertanian yang produktif, hemat sumber daya, dan memperhatikan kelestarian lingkungan.

Kepala Desa Kajaolaliddong, Muh. Yunus, menyambut baik undangan tersebut dan mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan suatu program pengabdian tidak cukup dinilai dari kegiatan yang telah terlaksana, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mempertahankan manfaatnya. Oleh karena itu, penetapan desa sebagai mitra keberlanjutan menjadi motivasi untuk melanjutkan berbagai inovasi yang telah dibangun bersama mahasiswa Unhas.

Manfaat program ini turut terlihat dari perubahan produktivitas dan efisiensi kegiatan pertanian. Hasil panen padi yang sebelumnya mencapai sekitar 3 ton per hektare dilaporkan meningkat menjadi 5,3 ton per hektare. Penggunaan air juga menjadi lebih efisien hingga 25 persen, sementara pemakaian pupuk kimia mengalami penurunan hingga 50 persen. Muh. Yunus berharap penerapan teknologi dan praktik pertanian tersebut dapat terus dikembangkan oleh warga setempat. P4S Lamellong diharapkan berperan sebagai sarana pembelajaran dan penguatan kapasitas petani agar keberlanjutan program dapat terjaga.

Dosen pendamping Mannennungeng, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa pencapaian tersebut lahir dari kerja sama berbagai pihak yang terlibat dalam program. Ia menjelaskan bahwa proses pengembangan dilakukan melalui pembelajaran, evaluasi, dan penyempurnaan kegiatan bersama masyarakat. Kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kelompok masyarakat dinilai penting untuk menghasilkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan petani serta dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, turut mengapresiasi pencapaian tim dan mitra desa. Menurutnya, keberhasilan mengikuti Abdidaya Ormawa selama tiga tahun berturut-turut menunjukkan komitmen UKM KPI Unhas dalam menghadirkan program pemberdayaan yang inovatif dan bermanfaat. Capaian ini merupakan hasil kontribusi anggota tim, pendampingan dosen, serta dukungan pemerintah desa dan masyarakat selama program berlangsung.

Anugerah Abdidaya Ormawa Nasional 2026 direncanakan berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di Universitas Muslim Indonesia, Makassar. Kegiatan tingkat nasional tersebut mengusung tema “Bersama Berkarya, Berdampak untuk Indonesia Berkelanjutan”, yang menekankan pentingnya kolaborasi dan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Undangan kepada Desa Kajaolaliddong menjadi peluang untuk memperkenalkan praktik pemberdayaan pertanian yang dibangun melalui kemitraan antara mahasiswa dan masyarakat. Program Mannennungeng diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama masa pelaksanaan, tetapi juga menjadi landasan bagi petani untuk mengelola usaha tani secara lebih mandiri dengan mengoptimalkan potensi daerahnya.

Upaya tersebut sejalan dengan beberapa tujuan SDGs Desa, yaitu tujuan ke-2 untuk mengakhiri kelaparan, tujuan ke-9 untuk mendorong industri, inovasi, dan infrastruktur, serta tujuan ke-12 yang menitikberatkan pada konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Melalui keberlanjutan program Mannennungeng, Desa Kajaolaliddong diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan pertanian berbasis inovasi lokal yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan.

R
Rosdiana FD
Penulis Berita
blank