POLMAN – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2023 secara virtual oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI di Ruang Pola Kantor Bupati Polewali Mandar pada hari Senin, 27 Maret 2023.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memimpin Rakor tersebut dan menyampaikan kebijakan pemerintah terkait penyelenggaraan buka puasa bersama yang ditujukan kepada seluruh Menteri, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri, Kepala Badan dan Lembaga, Aparatur Sipil Negara, Gubernur, Bupati/Walikota untuk meniadakan buka puasa bersama pada bulan suci Ramadhan 1444 H.
Selain itu, Tito Karnavian juga menekankan perlunya Pemerintah Daerah untuk mewaspadai inflasi menjelang Hari Raya Idul Fitri dan memastikan agar masyarakat dapat memperoleh pasokan yang cukup. Menurutnya, pengendalian inflasi dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti penggunaan belanja tidak terduga untuk para pedagang dari daerah surplus dan daerah minus serta pemberian bantuan sosial baik tunai ataupun non tunai atau sembako untuk memperkuat daya beli masyarakat yang tidak mampu yang rentan.
“Penggunaan belanja tidak terduga untuk para pedagang dari daerah surplus, daerah minus, kemudian surat edaran kepada Kepala Daerah mengenai buka puasa bersama. Buka puasa bersama itu lebih masalahnya karena untuk pola hidup sederhana, sensitivitas kita. Kita berempati, sekarang ini para Pejabat banyak sekali disoroti, tolong kalau bisa, buka puasa bersama ini jangan menimbulkan kesan kita bermewah-mewah di tengah kesulitan masyarakat, maka untuk Pejabat Pusat dan Daerah, ASN tidak melaksanakan kegiatan buka puasa bersama. Covid hanyalah masalah transisi, tapi poin yang paling penting adalah kita berempati. Namun, buka puasa bersama bukan berarti tidak boleh, masyarakat boleh melaksanakan buka puasa, Pejabat juga boleh dengan anak yang tidak mampu, yatim, para dhuafa. Teknis yang paling bagus turun, jangan sampai terlihat buka puasanya di kantor atau di rumah dinas, bansos juga harus dibantu. Jadi sambil memberikan buka puasa, berikan juga bansos baik tunai ataupun non tunai atau sembako untuk memperkuat daya beli masyarakat yang tidak mampu yang rentan, itu bisa mengendalikan inflasi. Inflasi itu masyarakat kelas bawah, ini yang perlu kita bantu di tengah-tengah bulan Ramadhan ini, kita upayakan terus mengendalikan, jangan berhenti. ini timing kita untuk menggenjot supaya terus bekerja laksanakan sesuai arahan. Silahkan buat terobosan kreatif yang positif untuk membantu masyarakat, agar inflasi tetap terkendali, masyarakat yang kurang mampu dapat terbantu,“ jelas Tito.
Dalam Rakor tersebut, Kabupaten Polewali Mandar juga membahas mengenai lonjakan harga beras dan cabai yang terjadi di daerah tersebut. Kabag Administrasi Ekonomi dan SDA Asrif, SE., M.Adm.Pemb mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar akan melakukan intervensi untuk menstabilkan harga komoditas tersebut. Upaya terstruktur dan sistematis akan dilakukan melalui Dinas Terkait untuk menstabilkan harga komoditas terutama beras dan cabai. Hal ini dilakukan setelah memperoleh informasi terkait daerah yang mengalami inflasi dari BPS dan Satgas Pangan yang dihadirkan dalam Rakor tersebut.
Dalam kesempatan ini, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar juga turut berkomitmen untuk mengendalikan inflasi dan membantu masyarakat yang kurang mampu agar tetap terbantu. Melalui terobosan kreatif yang positif, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar berharap inflasi dapat terus terkendali dan masyarakat yang kurang mampu dapat terbantu.(*)













