Lewati ke konten utama
Rabu, 28 Oktober 2026 Mengungkap Fakta Dibalik Pena
BREAKING NEWS
Beranda » Kesehatan » Dokter Ingatkan Bahaya Penggunaan Vape, Risiko Tinggi Terhadap Cedera Paru-Paru
Kesehatan

Dokter Ingatkan Bahaya Penggunaan Vape, Risiko Tinggi Terhadap Cedera Paru-Paru

Faktadelik.com, Jakarta – Penggunaan rokok elektronik atau vape perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan gangguan pada sistem pernapasan, termasuk risiko cedera paru-paru. Masyarakat diimbau untuk tidak menganggap vape sebagai produk yang sepenuhnya aman, meskipun penggunaannya kerap dipandang sebagai alternatif rokok konvensional.

Cairan vape umumnya mengandung nikotin, bahan perasa, serta zat lain yang dapat menghasilkan aerosol ketika dipanaskan. Aerosol tersebut bukan sekadar uap air, melainkan dapat mengandung partikel halus dan bahan kimia yang berpotensi mengiritasi serta merusak saluran pernapasan.

Risiko terhadap kesehatan paru-paru dapat berbeda-beda, bergantung pada kandungan cairan, pola penggunaan, dan kondisi kesehatan penggunanya. Salah satu kondisi serius yang pernah dikaitkan dengan penggunaan rokok elektronik adalah e-cigarette or vaping product use-associated lung injury (EVALI), yaitu cedera paru-paru yang berhubungan dengan penggunaan produk vape. Wabah EVALI di Amerika Serikat pada 2019–2020 terutama dikaitkan dengan produk yang mengandung THC dan vitamin E asetat, sehingga tidak tepat menyamakan seluruh produk vape sebagai penyebab dengan tingkat risiko yang sama.

SPACE IKLAN

Gejala gangguan pernapasan yang perlu diwaspadai antara lain batuk, sesak napas, dan nyeri dada. Dalam sejumlah kasus, gangguan juga dapat disertai demam, kelelahan, mual, atau muntah. Apabila mengalami sesak napas atau nyeri dada setelah menggunakan vape, masyarakat perlu segera mencari pertolongan medis.

Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari penggunaan vape, tidak menggunakan cairan yang tidak jelas kandungannya, serta mencari bantuan tenaga kesehatan apabila mengalami keluhan pernapasan. Edukasi mengenai risiko rokok elektronik juga penting, terutama bagi remaja dan kelompok usia muda yang rentan terhadap penggunaan produk nikotin.

Masyarakat diharapkan lebih memperhatikan kesehatan paru-paru dan tidak mengabaikan gejala yang muncul setelah menggunakan rokok elektronik. Pemeriksaan medis sejak dini diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai.

F
Fakta Delik
Penulis Berita
blank