Banner Media 2026 LUWU UNGUL BERKARAKTER DAN BERBASIS AGRIBISNIS
News  

Tingkat Kepercayaan Masyarakat Terhadap Polri Naik Jadi 82%, Ketua Komisi III Berikan Apresiasi

Faktadelik.com, Jakarta – Survei Litbang Kompas menunjukkan rata-rata penilaian profesionalitas pelayanan Polri meningkat dari 7,76 pada 2025 menjadi 8,37 pada 2026. Hal itu pun mendapat apresiasi tinggi dari Komisi III DPR RI.

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menilai bahwa meningkatnya nilai profesionalitas Polri di mata masyarakat menunjukkan bahwa Korps Bhayangkara tidak hanya melakukan penindakan. Namun, berbagai upaya merangkul masyarakat semakin dirasakan.

“Polri tidak lagi sekadar mengedepankan tindakan represif atau penegakan hukum yang kaku, melainkan pendekatan yang persuasif, solutif, dan mengayomi,” ungkapnya, Jumat (26/6/26)

Tak dipungkiri, ia memandang bahwa masyarakat menilai bahwa Polri semakin dirasa dekat dengan masyarakat. Hal ini semakin menunjukkan adanya perubahan kultur yang sangat besar di Korps Bhayangkara.

“Polisi kini lebih dekat, lebih ramah, dan lebih cepat merespons aduan warga. Perubahan kultur ini yang membuat masyarakat merasa aman dan nyaman,” jelasnya.

Habiburokhman kemudian menyinggung kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Pravowo yang disebutnya luar biasa. Ia menyebut jargon Presisi benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Kita harus objektif dan jujur mengakui bahwa Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memang luar biasa kinerjanya. Visi Presisi yang beliau usung bukan sekadar jargon, tapi benar-benar diwujudkan lewat reformasi internal dan peningkatan pelayanan publik yang nyata. Kepemimpinan beliau yang tenang, tegas, dan responsif menjadi kunci utama di balik melesatnya kepercayaan publik ini,” ungkapnya.

Diketahui, Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan kepercayaan publik ke Polri naik menjadi 82,4 persen. Survei Litbang Kompas menyatakan publik yakin lembaga Polri bisa semakin baik ke depan.

Survei Litbang Kompas digelar 9 hingga 18 April 2026. Metode yang dilakukan wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden.

Pengambilan sampel dilakukan acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi. Margin of error 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen

(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *