Gerakan Siswa Baca 1 Buku 1 Bulan, Pemkab Luwu Perkuat Budaya Literasi Pelajar

Faktadelik.com, Luwu – Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Pendidikan terus memperkuat komitmen meningkatkan budaya literasi di kalangan pelajar melalui program “Gerakan Siswa Baca 1 Buku 1 Bulan”

Program ini menjadi gerakan bersama untuk menumbuhkan kecintaan membaca, memperluas wawasan, serta membentuk karakter peserta didik yang kritis, kreatif, dan berdaya saing.

Gerakan tersebut dirancang sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Luwu menghadirkan ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membangun kebiasaan positif melalui budaya membaca.

Melalui program ini, setiap siswa SMP di Kabupaten Luwu didorong menyelesaikan minimal satu buku setiap bulan. Setelah membaca, siswa diarahkan melakukan refleksi dan menyampaikan pemahamannya melalui resensi buku, diskusi literasi, maupun kegiatan kreatif lainnya.

Ditemui di ruang kerjanya, Bupati Luwu, H. Patahudding, menyampaikan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kemampuan generasi muda dalam memahami informasi, berpikir kritis, serta menciptakan gagasan dan inovasi baru.

“Membaca bukan hanya aktivitas melihat tulisan, tetapi sebuah proses membuka jendela pengetahuan dan membangun masa depan. Melalui Gerakan Siswa Baca 1 Buku 1 Bulan, kita ingin menghadirkan generasi Kabupaten Luwu yang memiliki rasa ingin tahu tinggi, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Luwu akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program penguatan literasi di sekolah, termasuk peningkatan kualitas perpustakaan, pengembangan komunitas baca, serta penguatan peran guru dan kepala sekolah sebagai penggerak budaya literasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, A. Palanggi, menjelaskan bahwa gerakan literasi siswa merupakan bagian dari strategi peningkatan mutu pembelajaran di sekolah.

“Gerakan Siswa Baca 1 Buku 1 Bulan bukan sekadar program membaca, tetapi sebuah gerakan perubahan budaya belajar. Kami ingin setiap sekolah menjadi ruang tumbuhnya kebiasaan membaca, berdiskusi, dan menghasilkan karya dari apa yang mereka baca,” ungkap A. Palanggi.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program tersebut juga selaras dengan hasil Rapor Pendidikan yang menjadi salah satu acuan dalam memetakan capaian literasi, numerasi, dan karakter peserta didik.

Melalui Rapor Pendidikan, sekolah bersama Dinas Pendidikan dapat mengidentifikasi aspek yang perlu diperkuat sehingga intervensi program literasi dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran dan berbasis data.

Dinas Pendidikan, lanjutnya, akan melakukan pendampingan kepada sekolah melalui penguatan peran guru, kepala sekolah, dan pengelola perpustakaan agar gerakan tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan dampak nyata bagi perkembangan peserta didik.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, Alferi Fefrika, menambahkan bahwa jenjang SMP merupakan fase penting dalam membangun kebiasaan literasi peserta didik.

“Kami mendorong seluruh sekolah SMP di Kabupaten Luwu untuk menciptakan berbagai inovasi literasi. Mulai dari waktu membaca sebelum pembelajaran, pojok baca kelas, diskusi buku, hingga kegiatan literasi kreatif yang melibatkan siswa secara aktif,” jelasnya.

Menurut Alferi, keberhasilan gerakan tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, hingga masyarakat.

Dengan sinergi tersebut, budaya membaca diharapkan tidak hanya tumbuh di lingkungan sekolah, tetapi menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan peserta didik.

Melalui Gerakan Siswa Baca 1 Buku 1 Bulan, Pemerintah Kabupaten Luwu meneguhkan langkah membangun ekosistem pendidikan yang mendorong lahirnya generasi literat, cerdas, dan berkarakter.

Satu buku yang dibaca hari ini menjadi investasi pengetahuan untuk membentuk generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan dan berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Luwu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *