Faktadelik.com, POLMAN – Bupati Polewali Mandar H. Andi Ibrahim Masdar (AIM) mendampingi Penjabat Gubernur Sulawesi Barat Prof. Zudan Arif Fakhrulloh dalam acara BIMP EAGA, BETCON CONNECTING BUSINESS (Brunei, Indonesia, Malaysia, Philippines) East ASEAN Growth Area Trade Convention 2023 di Brunei Darussalam. Pada acara tersebut, mereka melakukan presentasi potensi sumber daya alam Kabupaten Polewali Mandar di hadapan para pengusaha dari negara-negara ASEAN, Australia, China, dan beberapa negara lain.
Dilansir dari berita.sulbarprov.go.id Pada kesempatan tersebut, Prof Zudan menyampaikan sejumlah gagasan, ide dan perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan kedepannya. Bahkan, keinginan Indonesia dalam mengembangkan digital transformasi, blue and green ekonomi, serta koridor ekonomi yang perlu dibangun, dari Kalimantan, Sulawesi, Maluku sampai dengan Papua.
“Dan kita juga menyampaikan beberapa permintaan kepada ADB (Bank Pembangunan Asia) agar bisa memberikan bantuan teknis atau teknikal asisten, kemudian berbagai pelatihan yang terkait kita membangun transformasi digital, kemudian pengembangan SDM, termasuk bagaimana penguatan pelayanan publik di 18 provinsi yang ikut dalam forum ini,” kata Zudan.
Terkhusus, kata Prof Zudan, dirinya mendorong kerjasama dan menyampaikan kesiapan Tanjung Silopo yang ada di di Polman, Sulbar, untuk membuka pelayaran langsung ke Pelabuhan Lahad Datu, Sabah, Malaysia.
“Juga bagaimana produk coklat yang ada di Polman pada khususnya dan di seluruh Sulbar pada umumnya bisa kita kembangkan. Dan respon dari audiensi bagus sekali, mereka sangat tertarik untuk itu,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar yang ikut dalam forum itu mengaku, sangat bersyukur dengan respon positif dari peserta BIMP-EAGA terhadap usulan-usulan Pj Gubernur Sulbar.
“Kita sangat bersyukur karena forum ini selesai dengan baik dan banyak usulan-usulan yang disampaikan Pj Gubernur Sulbar, bagaimana Tanjung Silopo bisa berjalan dengan cepat dan konektivitas antar Tanjung Silopo dengan Lahad Datu, Sabah, Malaysia, bisa cepat terlaksana,” ujar Andi Ibrahim Masdar.
BIMP-EAGA, yang terbentuk pada tahun 1994, merupakan kerja sama ekonomi subregional yang bertujuan meningkatkan integrasi ekonomi di antara wilayah anggotanya. (*/Bas)














