Faktadelik.com, Enrekang – Kamis 30 April 2026, SMA Negeri 2 Enrekang, melalui Devisi Sosial dan Lingkungan OSIS dengan program pembuatan kompos organik. Program ini bertujuan untuk memanfaatkan daun-daun kering yang berguguran di sekitar sekolah dan lingkungan sekitarnya. Selain mengurangi limbah organik, program ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi siswa dan masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Salmiati,S.Sos. salah seorang Pembina OSIS Devisi Sosial dan Lingkungan menyatakan dalam pelaksanaan program ini, semua daun-daun kering yang berguguran akan dikumpulkan.
Proses pengumpulan dilakukan dengan menempatkan berbagai ember dan drum komposter di beberapa titik strategis di sekitar sekolah. Hal ini memudahkan akses bagi siswa, guru, dan staf untuk menyumbangkan daun-daun kering yang mereka temukan.
Setelah daun-daun kering terkumpul, proses pembuatan kompos dimulai. Proses ini melibatkan penguraian bahan organik oleh mikroorganisme, menghasilkan kompos yang kaya akan nutrisi. Kompos ini kemudian akan siap digunakan sebagai pupuk alami.
Setiap tiga bulan sekali, hasil kompos organik yang telah diproduksi akan ditawarkan kepada warga sekolah maupun masyarakat yang berminat. Penawaran ini tidak hanya membantu mendistribusikan kompos organik yang bermanfaat, tetapi juga sebagai upaya mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Menurutnya, Manfaat Program ini yakni :
– Pengurangan Limbah : Mengurangi jumlah limbah daun yang biasanya dibakar atau dibuang begitu saja.
– Pendidikan Lingkungan : Memberikan edukasi praktis mengenai daur ulang dan pengelolaan sampah kepada siswa dan masyarakat.
– Peningkatan Kualitas Tanah : Kompos organik yang dihasilkan dapat memperbaiki kualitas tanah, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah warga yang menggunakannya.
Program kompos organik ini merupakan langkah nyata SMA Negeri 2 Enrekang yang sudah beberapa tahun dilakukan dalam mendukung lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Dengan melibatkan seluruh elemen sekolah dan masyarakat, program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk melaksanakan program serupa.














