Banner Media 2026 LUWU UNGUL BERKARAKTER DAN BERBASIS AGRIBISNIS

Diduga Masalah Data Logistik Antara BNPB dan Dinsos, Memicu Aksi Ribut di Rakor Bencana Luwu

Diduga Masalah Data Logistik Antara BNPB dan Dinsos, Memicu Aksi Ribut di Rakor Bencana Luwu

Faktadelik.com, Luwu – Rapat Koordinasi penanganan bencana alam yang digelar di Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Lomgsor Kabupaten Luwu Provinsi Sulawesi Selatan sempat diwarnai aksi ribut, Minggu, 12 Mei 2024.

Keributan itu terjadi antara BNPB dan Dinas Sosial. Pemicunya diduga karena persoalan data bantuan logistik.

Keributan bermula saat Rakor dan salah satu pimpinan Rakor yakni Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan BNPB, Nadirah Seha Nur meminta data logistik dari Dinas Sosial namun ternyata tidak ada anggota dari Dinas Sosial yang mengikuti Rakor, semuanya hanya duduk di tempat logistik.

Direktur sempat menyampaikan sudah beberapa kali minta data Bantuan Logistik yang masuk di Posko induk namun belum ada.

Saat Direktur meminta data Bantuan Logistik justru keributan dimulai dari salah seorang oknum petugas Logistik dari Dinas Sosial yang berteriak.

Namun insiden itu tidak berlanjut setelah dilakukan komunikasi secara persuasif.

Saat dikonfirmasi dengan Kepala Pelaksana BPBD Luwu, Andi Baso Tenri Esa, menyampaikan itu hanya miskomunikasi.

“Miskomunikasiji itu, Wallahualam, saya tidak bisa komentar tentang itu, karena Dinas Provinsi itu” ucap Kalak BPBD Luwu

Sementara itu PLt. Kadis Sosial Provinsi Sulsel, Malik Faisal menyampaikan bahwa dia memang tidak ikut Rakor karena tidak diundang.

“Rakor kan ada struktur, dan ketua Posko Itu Kapolda, wakilnya itu semua Bupati yang daerahnya terdampak, plus saya dan pak Amson Kepala BPBD Sulsel yang ditunjuk Gubernur” ucapnya.

“Jika melihat kondisi rapat tadi, saya fikir rapat khusus Luwu saja, bukan untuk Provinsi jadi seharusnya kalau bicara masalah Luwu janganmi disinggung-singgung masalah luar Luwu, tapi ini kan terkesan ada kalimat-kalimat yang mesti kita tanya dia, seperti ini Posko sudah dikendalikan Kabupaten Luwu bukan Provinsi karena dia tidak paham, ini Posko Induk untuk Provinsi” sambung Malik.

Malik tidak mau berkomentar banyak terkait adanya cekcok tersebut dia hanya menyampaikan bahwa sejak hari pertama sudah ada di Luwu sampai hari ke sembilan dan mulai menata rencana kerja dan distribusi logistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *