FAKTADELIK.COM, TANJUNGBALAI – Guna menekan angka perundungan (bullying) dan kenakalan remaja di kalangan pelajar, Satuan Binmas Polres Tanjung Balai menggelar kegiatan Police Go To School di Madrasah Aliyah (MA) Perguruan Gubahan Tanjung Balai, Jalan Sudirman, Rabu (19/8)
Kegiatan pembinaan dan penyuluhan (binluh) ini dipimpin oleh KBO Sat Binmas Ipda Leo F. Sianturi, S.H., didampingi Ps. Kanit Bin Polmas Aiptu Adi Wirjal dan Ps. Kanit Bin Tibsos Aipda M. Ishak Munthe. Kehadiran personel kepolisian disambut hangat oleh Kepala Sekolah MA Perguruan Gubahan, Husdiansyah, S.Pdi., beserta jajaran guru dan siswa-siswi kelas 12.
Dalam pemaparannya, Sat Binmas memberikan pemahaman komprehensif mengenai bahaya dan dampak perundungan—baik secara fisik, verbal, sosial, maupun cyberbullying (perundungan di dunia maya). Petugas menegaskan bahwa perilaku agresif yang dilakukan secara berulang tidak hanya merugikan fisik dan mental korban, tetapi juga berisiko menyeret pelaku ke jalur hukum.
Selain isu perundungan, para pelajar juga diimbau untuk Menjauhi konten negatif, pornografi, judi online, serta tidak terpengaruh maupun menyebarkan berita bohong (hoax) dan Membatasi bermain game online, tidak mengonsumsi minuman keras, narkoba, hingga perilaku menghirup lem (ngelem) yang dapat merusak masa depan.
Kasubsi PIDM Sihumas Polres Tanjungbalai Ipda M. Ruslan, SIP menyampaikan bahwa pihak kepolisian mengajak seluruh elemen sekolah untuk peduli dan berani melapor jika melihat atau mengalami tindakan perundungan maupun tindak pidana lainnya.
“Kami mengimbau para siswa untuk saling menghargai dan menjadi saksi yang peduli. Jika membutuhkan kehadiran atau bantuan Polri, masyarakat dan para pelajar dapat memanfaatkan layanan Call Center Bebas Pulsa 110 atau kontak Dumas Presisi Polres Tanjung Balai di WhatsApp 0821-6325-1197,” jelasnya
Sementara itu, Kepala Sekolah MA Perguruan Gubahan, Husdiansyah, S.Pdi., mengapresiasi langkah edukatif yang dilakukan Polres Tanjung Balai. Pihak sekolah berharap kegiatan ini dapat membangun rasa saling menghormati antar-siswa sehingga lingkungan sekolah yang aman, kondusif, dan bebas dari bullying dapat terwujud.
(Ridwan)













