Faktadelik.com, Jakarta – Sekitar 5.000 buruh dari berbagai wilayah dijadwalkan menggelar aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Gedung DPR MPR RI, Jumat (1/5/2026). Aksi tersebut juga direncanakan diikuti agenda audiensi antara perwakilan buruh dan pimpinan DPR RI.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, sebelumnya menyatakan rencana pertemuan dengan pimpinan DPR sebagai bagian dari penyampaian aspirasi buruh dalam momentum May Day.
Namun hingga pukul 10.25 WIB, pertemuan tersebut belum berlangsung. Massa buruh juga belum sepenuhnya terlihat berkumpul di depan kompleks parlemen, meski dijadwalkan mulai hadir sejak pukul 10.00 WIB.
Dari pantauan di lapangan, arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di depan kompleks DPR/MPR, masih terpantau lancar pada pagi hari. Volume kendaraan didominasi oleh mobil pribadi dan sepeda motor tanpa hambatan signifikan.
Sementara itu, aparat kepolisian telah bersiaga di sejumlah titik strategis untuk mengamankan jalannya aksi. Wakapolda Metro Jaya, Dekananto Eko Purwono, menyebutkan bahwa jumlah personel yang disiagakan mencapai ribuan.
“Estimasi massa yang akan hadir sekitar 5.000 orang dari wilayah Banten, Jawa Barat, dan Tangerang Raya,” ujar Dekananto saat memimpin apel kesiapan pengamanan.
Ia menegaskan, pengamanan dilakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis. Aparat dilarang bersikap represif, termasuk tidak diperkenankan menggunakan senjata api selama pengamanan aksi berlangsung.
Selain itu, tindakan pendorongan massa hanya dapat dilakukan dalam kondisi tertentu dan atas perintah pimpinan di lapangan. Kepolisian juga diminta memastikan ruang penyampaian aspirasi tetap terbuka bagi para buruh.
Aksi ini tercatat atas nama aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) yang melibatkan sejumlah elemen serikat pekerja, mahasiswa, dan kelompok masyarakat sipil lainnya.
Rangkaian aksi direncanakan diawali dengan titik kumpul di depan kantor TVRI sebelum massa bergerak menuju Gedung DPR/MPR RI. Perwakilan buruh selanjutnya dijadwalkan masuk ke dalam kompleks parlemen untuk berdialog dengan pimpinan DPR.
Namun hingga menjelang siang, dinamika di lapangan menunjukkan adanya penyesuaian waktu kedatangan massa maupun pelaksanaan audiensi.
Selain aparat keamanan, aktivitas di sekitar lokasi juga mulai terlihat dengan kehadiran pedagang kaki lima yang bersiap melayani kebutuhan massa aksi.
Aksi May Day 2026 menjadi momentum penting bagi buruh untuk menyampaikan aspirasi terkait kebijakan ketenagakerjaan, sekaligus menguji komitmen negara dalam menjamin kebebasan berpendapat secara aman dan tertib.














