News  

Profil Jusuf Hamka “Babah Alun”: Anak Pedagang Asongan Kini Resmi Jadi Anggota Wantimpres

FAKTADELIK.COM, JAKARTA  –  Nama Jusuf Hamka atau yang akrab disapa Babah Alun kini resmi masuk jajaran Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dan dilantik di Istana Negara, Jumat (2/10/2026). Pengusaha jalan tol ini dikenal bukan hanya karena kekayaannya, melainkan perjalanan hidupnya yang luar biasa dari anak pedagang asongan hingga dipercaya memberi pertimbangan langsung kepada Presiden.

Jusuf Hamka lahir 5 Desember 1957 dengan nama asli Jauw A Loen atau Alun Joseph. Ia anak keempat dari tujuh bersaudara yang tumbuh dalam keluarga Tionghoa yang moderat dan sangat mengutamakan pendidikan. Ayahnya, Dr. Joseph Suhaimi, S.H., adalah dosen di Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta.

Pada usia 23 tahun, tepatnya tahun 1981, Jusuf Hamka memeluk Islam. Buya Hamka disebut menjadi salah satu sosok yang sangat berpengaruh terhadap keputusan tersebut. Ia kini membina rumah tangga bersama Lena Burhanudin dan dikaruniai tiga orang anak: Fitria Yusuf, Feisal Hamka, dan Farid Hamka.

Dari bawah hingga puncak bisnis

Sebelum dikenal sebagai pengusaha sukses, perjuangan Jusuf Hamka dimulai sejak muda. Ia pernah menjadi pedagang asongan, pengusaha kayu, hingga operator traktor di proyek konstruksi dengan penghasilan Rp 750 ribu per bulan.

Titik balik kariernya terjadi saat diterima bekerja di PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP). Dari sana, namanya terus naik dan terlibat dalam pembangunan sejumlah jalan tol vital di Indonesia, antara lain Cawang Tanjung Priok, Depok, Antasari, Bogor Outer Ring Road, Waru, Juanda, Soreang, Pasirkoja, hingga Cileunyi Sumedang Dawuan.

Sejumlah publikasi memperkirakan nilai kepemilikannya di CMNP mencapai sekitar Rp 5,7 triliun, meski angka tersebut merupakan estimasi dan bukan angka resmi dari LHKPN.

Jejak sosial dan politik

Di luar bisnis, Jusuf Hamka aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Ia pernah menjabat bendahara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo–Ma’ruf Amin. Pada 2024, namanya sempat mencuat sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta, namun secara mengejutkan ia memilih mundur dari panggung politik sekaligus keluar dari kepengurusan Partai Golkar.

“Politik itu terlalu keras dan kasar buat saya. Tidak cocok dengan karakter saya,” ujar Babah Alun menjelaskan keputusannya saat itu.

Kini, pengalaman hidup yang kaya itu kembali dibuktikan dipercaya negara. Jusuf Hamka resmi mengemban amanah sebagai anggota Wantimpres, membawa perspektif wirausaha, sosial, serta kemanusiaan ke lingkaran tertinggi pemerintahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *