FAKTADELIK.COM, WAJO – Inovasi Pemerintah Desa Waetuwo, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, dalam mengembangkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mulai menunjukkan dampak positif. Kehadiran Rest Area UMKM di Dusun Cirowali kini menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang manfaatnya dirasakan langsung masyarakat.
Setiap malam Kamis dan malam Minggu, kawasan tersebut berubah menjadi pusat keramaian. Ratusan warga dari Desa Waetuwo maupun desa-desa sekitar berdatangan untuk berbelanja, menikmati aneka kuliner, sekaligus menyaksikan hiburan rakyat.
Beragam produk UMKM lokal ditawarkan kepada pengunjung. Mulai dari kuliner tradisional khas Wajo seperti jalangkote dan sanggara, aneka minuman, pakaian, hingga hasil pertanian masyarakat.
Aktivitas tersebut tidak hanya menghadirkan suasana ramai, tetapi juga membuka peluang usaha bagi warga serta mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa.
Manfaat kehadiran Rest Area UMKM ini turut dirasakan warga desa tetangga, termasuk Piampo.
H. Asri, salah seorang warga Piampo, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan pusat aktivitas ekonomi tersebut. Menurutnya, masyarakat kini memiliki alternatif tempat berbelanja yang lebih dekat tanpa harus menempuh perjalanan jauh menuju pasar.
“Setiap malam Kamis dan malam Minggu kami bisa berbelanja di sini. Kami sangat terbantu karena tidak perlu lagi pergi jauh ke pasar. Kami juga berterima kasih Kepada Bapak Desa Waetuwo atas adanya Rest Area ini,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan tokoh masyarakat Desa Waetuwo, Wahyudin. Ia menilai perkembangan Desa Waetuwo selama dua tahun terakhir menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Menurutnya, kehadiran objek wisata permandian Gelora Permata Hijau dan Rest Area UMKM menjadi dua terobosan yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi desa.
“Alhamdulillah, sejak adanya permandian Gelora Permata Hijau dan Rest Area UMKM, perekonomian di Desa Waetuwo semakin bergerak. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Waetuwo, Andi Muhammad Amin yang akrab disapa Andi Budi, menegaskan bahwa pembangunan Rest Area UMKM merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Ia mengatakan, program tersebut dirancang agar masyarakat memiliki ruang untuk menjalankan usaha sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan di lingkungan desa.
“Tujuan kami sederhana, bagaimana uang bisa berputar di desa. Kami ingin membuka peluang usaha bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan seluruh warga Desa Waetuwo,” tegasnya.
Keberadaan Rest Area UMKM Waetuwo menjadi bukti bahwa pengembangan ekonomi desa tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar. Dengan menghadirkan ruang usaha dan memanfaatkan potensi lokal, desa dapat menciptakan peluang ekonomi yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
(HARDIWAN)