FAKTADELIK.COM, LAROMPONG SELATAN, LUWU – Video yang beredar di sejumlah media siber dan disebut-sebut sebagai dokumentasi dugaan penyaluran BBM bersubsidi jenis Solar di SPBU 75.919.02 Bonepute, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu, mendapat bantahan dari pemilik video.
Nurdin dan Accu, yang mengaku sebagai pihak yang merekam video tersebut, menegaskan bahwa rekaman itu tidak menunjukkan adanya aktivitas pengisian BBM ke dalam jerigen maupun transaksi BBM bersubsidi sebagaimana narasi yang beredar.
Klarifikasi tersebut disampaikan setelah video yang direkamnya pada Senin (21/9/2026) dini hari itu beredar luas dan dikaitkan dengan dugaan aktivitas penyaluran BBM bersubsidi.
Menurut mereka, video itu direkam Accu pada Senin (21/9/2026) dini hari ketika melintas menggunakan mobil di depan SPBU Bonepute.
Saat itu, Accu mengaku melihat kondisi yang mencurigakan. Kecurigaan tersebut kemudian membuatnya memutar balik kendaraan dan masuk ke area SPBU untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
Lalu kemudian Accu merekam video menggunakan handphone-nya dari dalam mobil. Namun karena gambar yang diperoleh tidak cukup jelas, iapun menghentikan rekaman dan langsung turun dari mobil untuk mengecek kondisi di lokasi tersebut.
Hasil pengecekan tersebut, menurut Accu, justru tidak menemukan aktivitas pengisian BBM ke jerigen ataupun aktivitas penyaluran Solar seperti yang kemudian dikaitkan dengan video tersebut dalam pemberitaan.
“Betul, saya yang mengambil video tersebut. Saya rekam di atas mobil, karena tidak jelas, saat mobil berhenti saya pun langsung turun dan masuk kesana untuk memastikan. Namun ternyata tidak ada aktivitas pengisian BBM,” terang Accu.
Di sinilah persoalan video tersebut menjadi polemik.
Rekaman yang menurut pembuatnya hanya dimaksudkan untuk memastikan adanya kecurigaan di lapangan, kemudian beredar luas dan dibuat dengan narasi dugaan transaksi atau penyaluran BBM bersubsidi.
Accu menegaskan bahwa konteks video tersebut tidak seperti narasi yang telah berkembang di salah satu media siber.
Lalu bagaimana video tersebut tersebar dan beredar di sejumlah media siber? Accu, kepada media ini mengaku sebelumnya memberikan rekaman tersebut kepada seorang anggota keluarganya berinisial HR setelah yang bersangkutan meminta video tersebut.
“Ada keluarga yang minta itu video pak. Saya berikan, tetapi setelah itu ternyata video tersebut diedarkan. Saya sendiri tidak mengetahui bahwa video itu akan diedarkan,” jelasnya.
Sehingga Accu menegaskan bahwa konteks awal video tersebut adalah rekaman atas kecurigaan pribadi yang kemudian dilakukan pengecekan langsung, jadi bukan dokumentasi yang secara langsung membuktikan adanya transaksi atau pengisian BBM bersubsidi.
Sementara itu, Alling selaku Manajer SPBU 74.919.02 Bonepute turut memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang mengaitkan video tersebut dengan dugaan penyaluran BBM bersubsidi jenis Solar pada dini hari (subuh-red) yang diduga disalahgunakan untuk kepentingan tertentu.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (26/9/2026), Alling membantah adanya aktivitas penyaluran Solar subsidi sebagaimana yang diberitakan atau menyebutnya sebagai hoaks (bohong).
Menurut Alling, mobil Skid Tank yang terlihat dalam video tersebut sebelumnya telah melakukan pengisian BBM jenis Dexlite. Setelah pengisian, kendaraan tersebut kemudian diparkir di lokasi karena pengemudinya beristirahat.
“Kalau masalah mobil itu, skid tank pada saat itu sebenarnya sudah melakukan pengisian sekitar pukul 04.07 dini hari. Setelah mengisi BBM, mobil tersebut lalu diparkir disitu, di samping mesin nozzle, sopirnya istirahat karena mengantuk. Makanya mobilnya diparkir di sana,” paparnya.
Alling juga membantah bahwa keberadaan kendaraan tersebut saat dini hari berkaitan dengan aktivitas pengisian Solar bersubsidi. Ia menekankan kondisi yang terlihat dalam video tersebut, tidak terdapat aktivitas pengisian BBM seperti yang diberitakan.
“Kalau mengenai kondisi yang terlihat di dalam video, pada saat itu tidak ada kegiatan apa-apa. sama sekali tidak ada aktivitas pengisian solar,” tambahnya.
Alling menjelaskan bahwa SPBU mulai beroperasi sekitar pukul 07.00 pagi. Menurutnya, kendaraan tersebut memang sudah berada di lokasi sebelumnya, sedangkan pada malam hari tidak terdapat aktivitas pengisian di lokasi tersebut.
“SPBU sendiri mulai beroperasi sekitar pukul 07.00 pagi. Mobil tersebut sudah berada di lokasi sebelumnya. Kalau malam hari, tidak ada kegiatan pengisian di lokasi itu,” jelasnya.
Alling menambahkan, terdapat dua kendaraan Skid Tank yang sempat terparkir di sekitar mesin nozzle. Keduanya, kata dia, dalam kondisi mesin mati setelah salah satu kendaraan menyelesaikan pengisian Dexlite.
“Memang ada dua mobil Skid Tank yang terparkir di samping mesin nozzle. Kedua mobil itu dalam keadaan off engine setelah selesai mengisi BBM Dexlite. Dan dia mengisi pada pukul 04.07, dini hari. Sementara yang satunya tidak mengisi hanya parkir karena sopirnya ngantuk dan beristirahat,” kunci Alling. (*)













