News  

Sidang Tahunan MPR 2026 Dibuka, 629 Anggota Hadir dan Penuhi Kuorum

Faktadelik.com, Jakarta – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ahmad Muzani resmi membuka Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Sidang dimulai sekitar pukul 08.40 WIB dan dihadiri Presiden Prabowo Subianto serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sejumlah mantan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia turut hadir dalam agenda tahunan tersebut.

Dalam pembukaan sidang, Ahmad Muzani melaporkan jumlah anggota MPR yang hadir berdasarkan daftar hadir Sekretariat Jenderal MPR RI.  “Sesuai daftar hadir yang disampaikan oleh Sekretariat Jenderal MPR, sampai hari ini, telah hadir 629 anggota dari 732 anggota MPR yang terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD,” ujar Muzani.

Dengan jumlah tersebut, Ahmad Muzani menyatakan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD Tahun 2026 telah memenuhi ketentuan kuorum sesuai tata tertib masing-masing lembaga. “Dengan demikian, sesuai dengan Pasal 99 huruf C Tatib MPR dan Pasal 281 ayat 1 Tatib DPR serta Pasal 256 ayat 5 Tatib DPD, sidang telah memenuhi syarat untuk dibuka,” katanya.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani kemudian membuka secara resmi sidang tahunan tersebut dan menyatakan sidang terbuka untuk umum.

Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD Tahun 2026 dihadiri sejumlah pimpinan lembaga negara, tokoh nasional, mantan pejabat negara, pimpinan partai politik, serta perwakilan negara sahabat.

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hadir dalam sidang tersebut. Turut hadir Presiden ke-7 RI Joko Widodo serta sejumlah mantan wakil presiden, di antaranya Jusuf Kalla, Boediono, dan K.H. Ma’ruf Amin.

Hadir pula Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid dan Soraya Hamzah Haz, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Ketua BPK Isma Yatun, Ketua Mahkamah Agung Sunarto, Ketua Mahkamah Konstitusi Suhartoyo, serta Ketua Komisi Yudisial Abdul Chair Ramadhan.

Sejumlah pimpinan partai politik yang memiliki kursi di parlemen juga menghadiri agenda tersebut, termasuk Bahlil Lahadalia, Surya Paloh, Muhaimin Iskandar, Al Muzzammil Yusuf, Zulkifli Hasan, dan Agus Harimurti Yudhoyono.

Sidang juga dihadiri para menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, Jaksa Agung, serta duta besar negara sahabat.

Setelah pembukaan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara serta pidato kenegaraan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD yang digelar setiap tahun menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam pidato pembukaannya, Ahmad Muzani juga menyampaikan sejumlah pesan kebangsaan, antara lain mengenai pentingnya menjaga persatuan, menjadikan Pancasila sebagai titik temu bangsa, serta membangun demokrasi yang beradab di tengah perkembangan teknologi digital.

Satu hal, Muzani menegaskan bahwa perbedaan politik tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persaudaraan kebangsaan. “Janji bahwa kemerdekaan yang kita warisi dari para pendiri bangsa akan terus kita jaga. Janji bahwa perbedaan politik tidak akan memecah belah persaudaraan kebangsaan,” ujar Muzani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *