98 Tenaga Kerja Ikut Uji Kompetensi Konstruksi 2026 di Dinas PUTR Tanjungbalai

FAKTADELIK.COM, TANJUNGBALAI – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Tanjungbalai menggelar kegiatan Pembekalan dan Uji Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi Tahun 2026. Kegiatan resmi dibuka Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina di Aula Dinas PUTR, Selasa (15/9/2026).

Kepala Dinas PUTR Kota Tanjungbalai Tety Juliani Siregar dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi di Kota Tanjungbalai.

Menurut Tety, sertifikasi tenaga kerja konstruksi merupakan program nasional. Berdasarkan Pasal 70 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, seluruh tenaga kerja konstruksi wajib memiliki sertifikat kompetensi.

Sertifikat ini merupakan pengakuan atas kemampuan kerja tenaga konstruksi yang disebut Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK), sebelumnya dikenal dengan Sertifikat Keterampilan (SKT),” jelas Tety.

Dinas PUTR Kota Tanjungbalai memfasilitasi kegiatan ini sepenuhnya melalui APBD Kota Tanjungbalai. Tahun 2026, sebanyak 98 tenaga kerja mengikuti pembekalan dan uji kompetensi.

Ke-98 peserta berasal dari masyarakat melalui penyedia jasa konstruksi dan unsur OPD. Rinciannya meliputi Pengawas Pekerjaan Drainase Perkotaan 23 orang, Supervisor K3 Konstruksi 25 orang, Pelaksana Pekerjaan Lanskap 25 orang, dan Operator Alat Berat Wheel Excavator 25 orang.

Tety Juliani menambahkan, dalam kurun 2022 sampai 2025 Dinas PUTR telah melaksanakan pembekalan untuk 14 jabatan kerja dengan total 360 orang. Dari jumlah tersebut, 357 orang dinyatakan lulus uji sertifikasi.

Ia menekankan pentingnya tenaga kerja bersertifikat seiring pembangunan Kota Tanjungbalai menuju “Tanjungbalai EMAS”. Banyak pekerjaan rehabilitasi, revitalisasi, renovasi, dan pemeliharaan sarana prasarana, khususnya penanggulangan banjir akibat rob dan curah hujan.

“Kuantitas dan kualitas tenaga kerja konstruksi bersertifikat sangat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan, mulai dari proses pemilihan penyedia hingga pelaksanaan di lapangan, termasuk keselamatan dan kesehatan kerja,” sebut Kadis PUTR.

Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina dalam sambutannya mengatakan pembekalan ini penting untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga kerja konstruksi. Ia berharap lahir tenaga kerja yang unggul secara teknis dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Untuk menghasilkan infrastruktur berkualitas serta proses konstruksi efektif dan efisien, diperlukan tertib penyelenggaraan, perkuatan kelembagaan, dan peningkatan kemampuan pelaku usaha, termasuk legalitas tenaga kerja konstruksi,” ujar Fadly.

Pemko Tanjungbalai melalui Dinas PUTR telah mengalokasikan anggaran di APBD 2026 untuk fasilitasi uji kompetensi. Komponen kegiatan meliputi pembekalan untuk menambah wawasan proses pekerjaan konstruksi yang berkualitas, dan uji sertifikasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja.

Fadly berharap dengan sertifikasi untuk jabatan pengawas drainase, supervisor K3, pelaksana lanskap, dan operator alat berat, jumlah tenaga kerja bersertifikat di Kota Tanjungbalai semakin bertambah dan kualitas pekerjaan konstruksi semakin baik.

Acara ditutup dengan penyematan tanda peserta oleh Wakil Wali Kota. Turut hadir pimpinan OPD, Ketua LSP Astekindo Konstruksi Mandiri, Ketua LSP Petakindo Konstruksi Mandiri Andriko Lubis, asesor dari P3SM, narasumber, serta seluruh peserta pembekalan dan uji sertifikasi tenaga kerja konstruksi Dinas PUTR Kota Tanjungbalai.

Pewarta: solihin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *