FAKTADELIK.COM, MAKASSAR – Tak hanya BBM, kelangkaan dan lonjakan harga kini menimpa LPG 3 kg (Gas Melon) di Kabupaten Gowa.
Harga eceran di warung-warung melonjak dari biasanya Rp19.000–Rp20.000 langsung menjadi Rp30.000 per tabung, naik hingga 50% membebani berat kalangan ekonomi bawah di tengah krisis energi yang berkelanjutan.
Isma, warga Syekh Yusuf, Gowa ibu dua anak yang suaminya buruh harian mengaku terpaksa membeli dengan harga berapa pun karena kebutuhan mendesak.
“Kami mau tidak mau harus beli. Meski disebut subsidi, karena sulit didapat, kita harus beli dengan harga warung. Rp30.000 mungkin tak seberapa bagi orang berduit, tapi berbeda dengan kami,” keluh Isma, Selasa (15/9/2026).
Kenaikan harga ini dirasakan sangat berat karena LPG 3 kg adalah kebutuhan pokok rumah tangga yang paling banyak digunakan masyarakat berpenghasilan rendah.
Harmoko (Bang Moko), Humas LBH Macan Rakyat Indonesia, meminta Pemerintah Dinas Perdangan Kabupaten Gowa dan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi segera turun ke lapangan.
“Kami berharap keluhan masyarakat dicek dan ditindaklanjuti. Jangan sampai ketidakwajaran harga ini tidak sampai ke pimpinan mereka. Pangkalan maupun pengecer yang menjual di luar harga standar harus diawasi,” tegas Harmoko.
LPG 3 kg adalah barang bersubsidi dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang diatur pemerintah kenaikan di atas ketentuan merupakan pelanggaran jalur distribusi maupun ketentuan penyaluran.
Dihubungi terpisah, salah satu staf Pertamina menyatakan persoalan harga di luar ketentuan menjadi tugas pihak berwajib untuk menindaklanjuti.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab kelangkaan dan lonjakan harga.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera turun melakukan pengecekan jalur distribusi dan penindakan terhadap penimbunan maupun penjualan di luar harga ketentuan.(**)













