KBRN – Terdapat warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak banjir di Johor Bahru, Malaysia, sejak Sabtu (4/3/2023) kemarin. Namun, hingga saat ini masih belum diketahui jumlah keseluruhan WNI yang terdampak.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Konsul Jenderal RI (KJRI) di Johor Bahru Malaysia, Sigit Suryantoro Widiyanto. Jumlah WNI yang terdampak banjir di sana masih belum terdata dengan pasti, karena jumlahnya yang cukup banyak.
“Masih belum diketahui jumlahnya secara pasti ada berapa WNI yang terdampak, karena yang tinggal di sini cukup banyak. Ada beberapa dari mereka ikut diselamatkan di tempat-tempat penampungan,” kata Sigit dalam dialog bersama Pro3 RRI, Minggu (5/3/2023) malam WIB.
Sigit juga mengatakan WNI yang terdampak tersebar di beberapa daerah. Namun, WNI di beberapa daerah sudah diberikan bantuan oleh KJRI.
“WNI di sini yang terdampak banjir ada di berbagai tempat. Di anataranya ada di Segamat, Batu Pahat, Muar, Puang, hampir semua ada. Namun, yang sudah kita berikan bantuan ada di Senai, Tampoi, dan Sudai,” ujarnya.
“Darah-daerah itu semua yang kita tau ada WNI yang terdampak banjir di sini. Kami pun kini sedang berupaya untuk mengumpulkan bantuan seperti makanan, selimut, dan lainnya untuk diberikan kepada BNPBnya Johor.”
Lebih lanjut, Sigit menegaskan bahwa WNI yang terdampat banjir di Johor Bahru dalam kondisi yang baik. Ia juga mengatakan hingga saat ini tidak ada WNI yang terluka atau celaka.
“WNI yang terkena banjir di sini dalam kondisi yang baik, karena mereka sudah diungsikan ke tempat-tempat penampungan. Mereka yang tidak mengungsi rumhanya hanya sedikit terendam dan beberapa yang kita tahu sudah kita berikan bantuan,” ucapnya menjelaskan.
“Alhamdulillah tidak ada WNI yang celaka pada peristiwa banjir ini sesuai data yang kita miliki. Semuanya tertangani dengan baik.”
Ada pun banjir di Johor Bahru sendiri diakibatkan curah hujan tinggi dan air pasang laut. Sebanyak 42 ribu warga sudah diungsikan dan tidak ada korban jiwa dari bencana ini.
“Banjir diakibatkan sejak beberapa waktu yang lalu, terjadi curah hujan yang sangat tinggi di sini. Ditambah dengan air laut yang pasang, karena ada badai di wilayah Johor Bahru,” kata Sigit.
“Sebenarnya, badai ini mengenai seluruh wilayah selatan Malaysia, ada Melaka, Negri Sembilan, dan Pahang. Namun, memang yang terparah adalah Johor Bahru,” ucap Sigit, mengakhiri.
Laporan : Noor Suriati













