Polewali Mandar – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-116 tahun 2023 telah berhasil mewujudkan infrastruktur yang selama ini diimpikan warga Desa Ongko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar.
Melalui TMMD ke-116 dengan tema “Sinergi Lintas Sektoral Mewujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat Semakin Kuat,” TNI telah berhasil membangun jembatan dan perintisan jalan yang sangat dibutuhkan oleh warga setempat.
Desa Ongko selama ini mengalami keterbatasan aksesibilitas yang menghambat mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi. Infrastruktur Jalan tidak terhubung dengan baik, serta tidak adanya jembatan yang memadai, menjadi kendala utama bagi masyarakat dalam mengakses kebutuhan sehari-hari dan juga dalam mengembangkan potensi desa.
TNI melalui program TMMD ke-116 tahun 2023 mengambil peran aktif dalam membangun infrastruktur yang dibutuhkan oleh warga Desa Ongko. Dengan semangat kemanunggalan TNI-Rakyat yang semakin kuat, Satgas TMMD 116 Kodim 1402/Polman bekerja sama dengan pemerintah daerah kabupaten Polewali Mandar untuk mewujudkan jembatan dan perintisan jalan yang layak.
Proses pembangunan infrastruktur tersebut melibatkan kerja keras dan dedikasi tinggi dari anggota satgas TMMD dan warga Desa Ongko. Mereka bekerja bahu-membahu untuk mengatasi tantangan geografis dan memastikan pembangunan berjalan lancar. Dalam waktu yang relatif singkat, hasil kerja keras mereka mulai terlihat.
Jembatan yang dibangun dengan ukuran 14 meter x 4 meter yang terbuat dari besi dan kayu ulin ini
menjadi solusi untuk mengatasi masalah aksesibilitas di Desa Ongko. Dengan adanya jembatan yang kokoh dan aman, warga desa kini dapat melintasi sungai dengan mudah dan lebih cepat. Hal ini membuka peluang baru bagi mereka untuk mengembangkan potensi ekonomi desa, seperti meningkatkan akses ke pasar, mengangkut hasil pertanian, serta mempermudah akses ke fasilitas kesehatan dan pendidikan.
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Ke-116 Kodim 1402/Polman, Letkol Czi Masni Etha Yanurianedhi, M.Tr.(Han), menyatakan “Konstruksi jembatan cukup kuat, Kendaraan truk bermuatan juga bisa melintas bahkan kekuatannya bisa mencapai 30 Ton,” Kata Dansatgas kepada wartawan, Senin (22/05/2023).
Letkol Masni berharap bahwa keberadaan jembatan ini akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Desa Ongko, yang mayoritas merupakan petani.
Selain pembangunan jembatan, TMMD Ke-116 Kodim 1402/Polman juga berhasil menyelesaikan perintisan jalan sepanjang 1.400 meter yang terhubung dengan jembatan tersebut. ini akan memberikan akses yang lebih baik bagi warga desa untuk menghubungkan desa Ongko dengan wilayah sekitarnya. Sebelumnya, warga desa harus melewati jalur yang sulit untuk dapat mencapai pusat kota atau daerah lain. Dengan adanya jalan yang baru ini, mobilitas masyarakat Desa Ongko akan meningkat, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun keperluan sehari-hari.
Sudirman, Kepala Dusun Limboro, Desa Ongko, mengungkapkan kegembiraan dan terima kasih yang tak terhingga atas kehadiran TMMD di desanya. Ia menyampaikan, masyarakat selama ini menghadapi kesulitan dalam menyeberangi sungai, terutama saat arus deras. Bahkan anak-anak sekolah pun terpaksa libur karena tidak adanya jalur alternatif untuk mencapai sekolahnya. Dengan dibangunnya jembatan yang menghubungkan Dusun Limboro dengan Dusun Beru-Beru, warga desa kini dapat menikmati akses yang lebih mudah dan aman.
“Atas nama masyarakat Desa Ongko, khususnya di Dusun Limboro, saya mengucapkan terima kasih kepada anggota TNI dan Polri yang telah datang ke desa kami. Mereka telah mewujudkan impian kami dengan membangun infrastruktur yang kami impikan selama ini.” kata Sudirman dengan senyum bahagia.
Melalui TMMD, TNI turut berperan aktif dalam membantu mewujudkan impian warga Desa Ongko untuk memiliki infrastruktur yang lebih baik. Dengan adanya jembatan dan jalan baru, diharapkan bahwa tingkat perekonomian di desa tersebut akan mengalami peningkatan. Akses yang lebih baik juga akan membantu masyarakat dalam menjalankan kegiatan sehari-hari dengan lebih efisien dan aman.
Selain itu, kehadiran TMMD juga memberikan manfaat lain bagi masyarakat Desa Ongko, yaitu melalui program non-fisik yang dilaksanakan oleh TNI dalam bentuk pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. Program ini mencakup berbagai kegiatan seperti penyuluhan kesehatan, hukum, pertanian dan perikanan, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa agar mereka dapat mandiri dan memiliki kehidupan yang lebih baik.
Dengan adanya TMMD Ke-116 Kodim 1402/Polman, impian warga Desa Ongko untuk memiliki infrastruktur yang lebih baik akhirnya terwujud. Ini adalah contoh nyata bagaimana kerjasama antara TNI dan masyarakat dapat menghasilkan perubahan positif dan pembangunan yang signifikan.
Pembangunan jembatan dan perintisan jalan di Desa Ongko tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat, tetapi juga membuka peluang baru untuk pengembangan ekonomi dan kemajuan wilayah tersebut. Akses yang lebih baik ke pusat kota dan daerah sekitarnya akan memfasilitasi transportasi barang dan hasil pertanian yang dihasilkan oleh para petani di Desa Ongko. Ini akan meningkatkan daya saing produk lokal dan membuka peluang pasar yang lebih luas.
Selain itu, infrastruktur yang memadai juga akan mempermudah akses pendidikan dan pelayanan kesehatan. Anak-anak di Desa Ongko akan dapat mengakses sekolah dengan lebih mudah dan fasilitas kesehatan yang ada akan lebih dapat dijangkau oleh masyarakat. Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Desa Ongko secara keseluruhan.
Program TMMD ini menjadi bukti nyata dari kemanunggalan TNI-Rakyat yang semakin kuat. Kolaborasi dan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat menghasilkan pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi warga desa.
Program TMMD ke-116 tahun 2023 di Desa Ongko, diharapkan bahwa semangat kemanunggalan TNI-Rakyat dapat terus ditingkatkan dan menjadi contoh yang menginspirasi bagi daerah lain dalam memperkuat sinergi lintas sektoral dan membangun infrastruktur yang dibutuhkan oleh masyarakat desa. (Laporan Bas)













