Banner Media 2026 LUWU UNGUL BERKARAKTER DAN BERBASIS AGRIBISNIS

PT PLN Masih “Ngotot” Datangi Wilayah Poco Leok, Warga Sambut Dengan Aksi Penghadangan

Faktadelik.Com-Warga Poco Leok di Kabupaten Manggarai, NTT kembali melakukan penghadangan terhadap petugas PT PLN yang dikawal ketat aparat keamanan melakukan aktivitas untuk proyek geothermal di Poco Leok rabu ( 30/08/2023) pagi.

Seperti biasa, kehadiran PT PLN tersebut dikawal ketat oleh aparat keamanan gabungan, yang terdiri dari polisi dan tentara.

Dari pantauan media ini terlihat ada sekitar 30-an personil gabungan mengkawal kehadiran pihak PLN dan perusahaan yang akan melakukan oprasi proyek geothermal di Poco Look itu.

Mengetahui kehadiran pihak PT PLN tersebut, warga Poco Leok sejak pukul 08.30,mendatangi simpang tiga kampung Lungar, tempat warga biasa melakukan penghadangan sebelumnya untuk mempertanyakan tujuan kehadiran PT PLN tersebut.

Warga penolak Geothermal Poco Leok tersebut berdatangan dari beberapa kampung sekitar, seperti Lungar, Tere, Jong, Rebak, Nderu, Mori, Cako, Mocok dan Mucu langsung menghadang di jalan.

Yel-yel dan nyanyian yang menyatakan penolakan proyek geothermal terdengar dari kerumunan warga.

Beberapa ibu dan anak muda menuntut pihak PLN segera turun dari mobil, memberikan penjelasan resmi terkait kehadiran mereka di Poco Leok. Namun mereka enggan turun dari mobilnya, hanya aparat yang terlihat turun, untuk berhadapan dengan warga.

Yudi, salah satu massa yang tergabung pada aksi spontan tersebut mengungkap bahwa untuk kesekian kali warga diatur untuk diperhadapkan dengan aparat keamanan, bukannya dengan pihak yang berkepentingan dengan proyek geothermal tersebut. Ujar yudi

“Warga tidak mendapat penjelasan langsung dari PT PLN, atau pihak yang berkepentingan dengan proyek itu,” Karena mendapat perlakuan demikian, warga bereaksi balik, dengan menambah jumlah barisan di badan jalan. Pihak ibu-ibu tetap menjadi yang paling berani, paling agresif melawan dan menghadang,” terangnya.

Sementara, terpisah salah satu warga Poco Leok Paulina Imbut, yang juga terlibat pada aksi spontan tersebut menuturkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh PT PLN telah melanggar keputusan dari wakil bupati Manggarai Heribertus Ngabut.

Dimana sebelumnya diketahui bahwa wakil bupati Manggarai Heribertus Ngabut, pada saat audiensi di kantor Bupati Manggarai menyampaikan telah memerintahkan pihak perusahaan dan PLN serta aparat keamanan untuk menghentikan aktivitas di Pocoleok untuk sementara, sambil menanti keputusan lebih lanjut dan diskusi dengan warga Pocoleok. Namun pihak PLN melanggar perintah itu hari ini.Bebernya

“Mereka sengaja datang mengganggu ketenteraman kami di sini, padahal sudah jelas perintah dari pak wakil bupati waktu demo di Ruteng. Mereka yang datang hari ini, juga saya lihat mukanya di kantor bupati, Mereka tau itu perintah, hanya mereka sengaja paksa diri datang lagi,” Terang Paulina

Lanjutnya “kami dan warga yang lain sedang bekerja di kebun tadi, kami mendengar teriakan ada yang datang lagi, Kamipun langsung ke sini saja. Mereka sudah keterlaluan, padahal sudah dilarang oleh pak Heri Ngabut masih saja datang ke wilayah kami. Tutup Paulina

Setelah situasi itu berlangsung cukup lama dan warga  tetap tidak mau kompromi, beberapa aparat keamanan kemudian meminta izin warga agar memberi ruang bagi kendaraan rombongan itu untuk berbalik arah.

Sekitar pukul 11.20 Wita, rombongan itu bergegas kembali ke arah Ruteng. Namun warga yang hadir masih tetap berjaga-jaga di sekitar lokasi untuk memastikan kalau pihak PT PLN tersebut sudah benar-benar meninggalkan wilayah Poco Leok.

Proyek panas bumi Poco Leok merupakan perluasan dari PLTP Ulumbu, 3 kilometer sebelah barat Poco Leok, yang sudah beroperasi sejak tahun 2012.

Geothermal Poco Leok ditargetkan pemerintah akan menghasilkan energi listrik 2 x 20 MW, meningkat dari 10 MW di PLTP Ulumbu yang sudah beroperasi saat ini. Namun, warga setempat terus melakukan upaya perlawanan, dan tetap berkomitmen menolak proyek Geothermal tersebut.

Sebelumnya warga Poco Leok dengan mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Adat Poco Leok sudah sering kali melakukan aksi penghadangan dan berhadapan dengan aparat yang akan melakukan aktivitas Geothermal di wilayah mereka.

Pada bulan juli lalu Aliansi Masyarakat Adat Poco Leok juga sudah melakukan demonstarasi di kantor bupati Manggarai terkait penolakan pembangunan Geothermal di wilayah mereka itu.

Pada saat itu mereka diterima lansung oleh wakil bupati Manggarai Heribertus Ngabut. Ada beberapa keputusan yang disampaikan oleh wakil bupati manggarai saat itu diantaranya, yaitu memerintahkan pihak yang terkait melakukan aktivitas di Poco Leok untuk segera menghentikan aktivitasnya.

Sejak perintah itu dikeluarkan, hingga saat ini, belum ada tindak lanjut dari keputusan tersebut. Warga Pocoleok masih menanti kelanjutan dari keputusan yang disepakati di ruang pertemuan kantor bupati Manggarai bulan juli 2023 lalu itu.

Sebelumnya juga pada 17 Agustus, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-78, warga Poco Leok mengadakan upacara bertajuk ‘Merdeka Tanpa Geothermal,” upacara tersebut dilaksanakan sebagai bentuk komitmen mereka dalam menolak pembangunan Geothermal di wilayah mereka tersebut. (*red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *