Mamasa,Faktadelik.Com-Miris melihat potret dunia pendidikan di Sulawesi Barat (Sulbar) hari ini. Pasalnya akhir-akhir ini SMA 1 Pana yang berada di Desa Manipi, Kecamatan Pana, Kabupaten Mamasa makin menjadi perbincangan masyarakat,dikarenakan tidak mendapat perhatian dari Pemerintah.
Sekolah yang sudah berdiri sejak tahun 2021 itu hingga saat ini masih luput dari perhatian pemerintah. Dari segi kondisi fisik sekolah hingga pada tenaga pendidik yang bertugas di sekolah dilihat tidak memadai, yang berakibatkan siswa yang bersekolah di SMA 1 Pana tersebut bermalas-malasan untuk pergi sekolah.
Bermula dari Hal itu, membuat tidak sedikitnya masyarakat yang geram untuk Menyuarahkan pendapatnya. Salah satunya Salmon Soppang, pemuda Kecamatan Pana yang beranikan diri angkat bicara mengenai persoalan kondisi pendidikan di daerah terpencil yang ada di Kabupaten Mamasa khususnya ada di Kecamatan Pana.
“Saat ini pembangunan sekolah di daerah terpencil tidak terakomodir dengan baik, hal ini yang mesti menjadi perhatian penuh dari pemerintah saat ini” Ujar Salmon soppang Selasa, (12/9/2023) siang kepada media ini.
Menurutnya Pemprov Sulawesi barat (Sulbar) seharusnya lebih memperhatikan sekolah yang berada di wilayah terpencil, sehingga tidak ada perbedaan yang cukup jauh antara pendidikan disana dan di kota besar.
” Yang paling penting adalah membangun sejumlah sekolah di kabupaten atau kota yang terletak di wilayah terpencil. Hal ini dilakukan agar peserta didik dapat tertampung di sekolah-sekolah yang tersedia, sehingga menjadi salah satu faktor keberlangsungan pendidikan yang efektif,” Ungkapnya
Bertambahnya jumlah penduduk dan masifnya pembangunan sekolah negeri maupun swasta di wilayah perkotaan menurutnya tidak diimbangi dengan pembangunan di wilayah terpencil.
“Pemprov Sulbar yang seharusnya memiliki kewenangan untuk membangun sekolah pada jenjang SMA/SMK,tetapi sampai saat ini pembangunannya masih belum merata di kabupaten, terkhusus yang berada di daerah terpencil.” Bebernya
“Berangkat dari hal tersebut mengakibatkan ketersediaan daya tampung SMA/SMK tidak sebanding dengan banyaknya peserta didik yang lulus jenjang SMP,” Tandasnya
Lebih lanjut, pemuda yang biasa disapa Salmon itu menuturkan bahwa sinegritas antar pihak sekolah dengan pihak Pemprov Sulbar harusnya lebih proaktif meilhat hal tersebut. Karena kalau berbicara pendidikan menurutnya, berarti kita bicara tentang kemajuan SDM dan generasi yang akan datang.
” Saya berharap ada dukungan yang lebih dari Pemprov Sulbar dalam menyusun program-program pembangunan sekolah, apalagi saat ini penerapan kurikulum merdeka membutuhkan fasilitas sekolah yang memadai,” Tutupnya.
(Azis)













