Faktadelik.com, Makassar – Kader Koalisi Perjuangan Pemuda Mahasiswa (KPPM) menggelar aksi unjuk rasa di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) hari ini, menuntut penyelidikan terhadap dugaan korupsi dalam proyek pembuatan kapal phinisi di Anjungan Pantai Losari. Kamis, 3/10/2024.
Proyek yang dibiayai sebesar Rp 7,99 miliar ini dituding dikerjakan secara sembarangan dan tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan (RAB).
Dalam orasinya, Mujahidin selaku jendral lapangan mengungkapkan kekecewaannya terhadap lemahnya pengawasan aparat penegak hukum di Sulawesi Selatan.
Ia menegaskan bahwa proyek bernilai miliaran rupiah ini seharusnya mendapatkan perhatian lebih, terutama terkait dugaan keterlibatan internal Dinas Pariwisata Makassar, baik dari kepala dinas maupun pejabat pembuat komitmen (PPK).
Setelah melakukan aksi, pihak Kejati menemui massa aksi. Mujahidin menyatakan bahwa unjuk rasa ini merupakan langkah awal untuk memperingatkan aparat penegak hukum. Ia berencana kembali ke Kejati pada hari Senin untuk menyerahkan laporan resmi berdasarkan bukti yang dimiliki.
Sutarmi, perwakilan dari Kejati Sulsel, memberikan apresiasi kepada KPPM dan memastikan bahwa laporan yang disampaikan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.
Setelah bermediasi dengan Kejati Sul-Sel, Mujahidin kembali menegaskan komitmen KPPM untuk terus mengawal kasus ini melalui aksi-aksi lanjutan.
Tuntutan KPPM:
1. Audit khusus oleh Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Sulsel terhadap proyek pembuatan kapal phinisi.
2. Pemeriksaan terhadap semua oknum yang terlibat dalam proyek tersebut.
3. Penangkapan dan pengadilan bagi oknum yang terbukti terlibat, termasuk PPK.
4. Pencopotan Kepala Dinas Pariwisata Makassar oleh PJ Gubernur Sulsel akibat kelalaian dalam pengawasan.
5. Penegakan supremasi hukum.
*(red)














