Faktadelik.Com, Manggarai,Nusa Tenggara Timur – Aksi unjuk rasa masyarakat adat Poco Leok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, menolak proyek geotermal berujung pada kericuhan yang diduga melibatkan tindakan kekerasan oleh oknum TNI, POLRI, dan Satpol PP pada Rabu, 2 Oktober 2024.
Informasi yang beredar di media sosial melaporkan adanya dugaan penganiayaan terhadap beberapa warga yang mengalami luka akibat tindakan tersebut. Namun, pihak Polda NTT membantah adanya kekerasan yang dilakukan oleh aparat terhadap masyarakat yang melakukan protes.
Menanggapi situasi ini, Jimi Saputra, Ketua Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD), mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mencopot Kapolda NTT dan Kapolres Manggarai. Ia menduga adanya upaya untuk menutup-nutupi tindakan kekerasan yang dialami oleh masyarakat Poco Leok.
“Kami mendesak Kapolri dan Kadiv Propam Mabes Polri untuk turun ke lapangan guna memastikan dugaan kekerasan aparat terhadap masyarakat Poco Leok. Berita mengenai kekerasan dan penangkapan sudah beredar luas di media sosial, termasuk laporan tentang luka-luka yang dialami warga,” ujar Jimi Saputra melalui pesan singkatnya ke media ini Minggu, 6/10/2024.
Jimi juga meminta Propam Mabes Polri untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap anggota yang terlibat dalam pengamanan saat aksi unjuk rasa berlangsung.
Lebih lanjut, ia mendesak pemerintah untuk segera menghentikan pembangunan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTB) atau Geotermal di Poco Leok. Menurutnya, kebutuhan mendesak masyarakat NTT adalah sarana dan prasarana di bidang pendidikan, kesehatan, dan air bersih, bukan proyek geotermal.
“Masyarakat NTT tidak membutuhkan proyek geotermal yang hanya menguntungkan segelintir kelompok. Yang kami inginkan adalah dukungan pemerintah dalam menyediakan infrastruktur untuk pendidikan, kesehatan, dan air bersih,” tegasnya.
Jimi Saputra menegaskan bahwa KP-GRD akan terus memberikan dukungan penuh kepada perjuangan masyarakat adat Poco Leok dalam menolak proyek geotermal.
“Kami dari KP-GRD mendukung penuh aksi masyarakat Poco Leok menolak proyek geotermal yang mengancam keberlangsungan hidup mereka,” pungkasnya.
*(red)













