Banner Media 2026 LUWU UNGUL BERKARAKTER DAN BERBASIS AGRIBISNIS
Berita  

Camat Tamalate Diduga Tak Dukung Asta Cita Pemberantasan Narkoba

Faktadelik.com, Makassar – Lembaga Masyarakat Anti Narkoba (MAKI) Sulsel, mengungkapkan kekecewaannya kepada orang nomor satu di Kecamatan Tamalate terhadap kegiatan sosialisasi P4GN pencegahan narkoba yang diselenggarakan lembaganya batal digelar di Aula Kantor Kecamatan Tamalate, Kota Makassar pada Rabu (13/5/2026).

Hal tersebut diungkapkannya Pembina MAKI Sulsel, Yusri Maliang didampingi Ketua MAKi dan sejumlah pengurus saat konferensi pers di Warkop di daeng Tata Makassar, usai batalnya acara di kantor kecamatan.

Yusri menilai sikap tersebut seolah memberi ruang terhadap peredaran narkoba karena kegiatan edukasi yang bertujuan mencegah penyalahgunaan narkotika justru tidak mendapat dukungan maksimal dari pihak kecamatan maupun kelurahan.

“Kami hadir untuk kegiatan sosial pencegahan narkoba, tapi hampir dua jam peserta tidak ada yang hadir. Kalau kegiatan seperti ini saja tidak direspons, maka seolah-olah ada ruang yang dibiarkan bagi peredaran narkoba,” tegas Yusri kepada media.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan langkah awal MAKI Sulsel dalam membangun sinergi pencegahan narkoba di tingkat kecamatan dan kelurahan di Kota Makassar.

Dari total 15 kecamatan yang menjadi target pembentukan jaringan kegiatan, saat ini masih tersisa empat kecamatan yang belum terisi.

Ia menjelaskan, Kecamatan Tamalate dipilih sebagai lokasi awal kegiatan karena sekretariat lembaga MAKI berada di wilayah tersebut. Namun pelaksanaan kegiatan justru diwarnai kekecewaan akibat minimnya kehadiran peserta dari kelurahan.

“Saya lihat langsung yang hadir hanya mewakili pihak kecamatan. Bahkan saat ditanya soal peserta dari kelurahan, mereka juga terlihat bingung menjawab,” ujarnya.

Yusri mengaku telah menerima informasi dari sejumlah peserta yang akhirnya hadir bahwa mereka baru mengetahui adanya kegiatan tersebut pada pagi hari menjelang acara dimulai.

Padahal, kata dia, surat undangan telah disampaikan jauh sebelumnya kepada pihak kecamatan untuk diteruskan ke kelurahan.

“Undangan sudah lama kami masukkan. Bahkan sehari sebelumnya masih ada komunikasi secara lisan dan disebut siap. Tapi kenyataannya saat kegiatan dimulai tidak ada peserta yang hadir,” katanya.

Ia menduga lemahnya koordinasi di internal kecamatan menjadi penyebab kegiatan tersebut tidak berjalan maksimal di awal pelaksanaan.

Meski demikian, Yusri menegaskan MAKI Sulsel tetap berkomitmen menjalankan kegiatan edukasi dan pencegahan narkoba di berbagai wilayah Kota Makassar. Menurutnya, keterlibatan tokoh masyarakat hingga tingkat kelurahan sangat penting untuk menekan penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat.

“Kami ingin memberikan edukasi warga masyarakat di tingkat kelurahan agar bersama-sama melakukan pencegahan narkoba. Itu tujuan utama kegiatan ini,” jelasnya.

Yusri berharap persoalan yang terjadi di Kecamatan Tamalate dapat menjadi perhatian Pemerintah Kota Makassar agar kegiatan sosial terkait pencegahan narkoba mendapat dukungan lebih serius ke depan.

“Kami berharap ini menjadi catatan bagi Pak Wali Kota. Jangan sampai kegiatan sosial yang bertujuan menyelamatkan masyarakat dari bahaya narkoba justru tidak mendapat perhatian,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua MAKI Sulsel menyebut pihaknya telah melakukan koordinasi sejak jauh hari dengan Pemerintah Kota Makassar dan Kecamatan Tamalate terkait pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami sudah menyurat resmi dan melakukan koordinasi terkait peserta dari kelurahan, RT/RW dan tokoh masyarakat. Tapi saat kegiatan berlangsung justru tidak ada peserta yang hadir,” ungkapnya.

Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya Agama dan Ormas Badan Kesbangpol Kota Makassar, Chaedir, mengaku kecewa atas gagalnya pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Yang pertama saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman Ormas MAKI karena kami anggap sebagai perpanjangan tangan pemerintah kota yang membantu menjalankan program strategis Pak Wali Kota,” ujarnya.

Menurut Chaedir, kegiatan edukasi P4GN tersebut bukan sekadar agenda biasa, melainkan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam memerangi penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat masyarakat.

“Ini bukan cuma kegiatan Pemerintah Kota Makassar, ini juga bagian dari poin Asta Cita Presiden bagaimana pengentasan narkoba. Dan teman-teman MAKI sudah merespon positif dengan melaksanakan kegiatan nyata di kecamatan,” katanya.

Ia menilai pihak kecamatan yang seharusnya menjadi fasilitator kegiatan belum maksimal menjalankan tugasnya dalam menghadirkan peserta.

“Penyelenggara sudah siap, pemateri sudah hadir, tetapi dari pemerintah kecamatan yang notabene sebagai mediasi dan fasilitator belum mendatangkan peserta secara maksimal. Ini tentu menjadi bahan evaluasi,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Camat Tamalate mengaku tidak pernah menerima langsung surat permohonan kegiatan dari MAKI Sulsel. Ia menyebut koordinasi sebelumnya dilakukan melalui Sekretaris Kecamatan.

“Menurut penjelasan pak sekcam, terjadi miskomunikasi terkait siapa yang menghadirkan peserta. Kami berharap pihak MAKI yang mengundang peserta, sementara pihak MAKI berharap kecamatan yang menghadirkan warga,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *