Banner Media 2026 LUWU UNGUL BERKARAKTER DAN BERBASIS AGRIBISNIS

Bercocok Tanam Ajarkan Keterampilan Hidup Murid di SMA Negeri 2 Enrekang

Faktadelik.com, Enrekang – Selasa, 12 Mei 2026,  Pemanfaatan lahan kosong di lingkungan sekolah merupakan langkah cerdas dan berkelanjutan dalam upaya mendukung pendidikan lingkungan dan ketahanan pangan.

SMA Negeri 2 Enrekang telah mengambil inisiatif ini dengan memanfaatkan lahan kosong di belakang kelas untuk menanam tanaman produktif.

Beberapa jenis tanaman produktif yang sifatnya tanaman jangka pendek ditanam antara lain:

– Sayur Kacang Panjang : Tanaman ini dikenal mudah tumbuh dan memiliki hasil panen yang cukup tinggi. Selain itu, kacang panjang juga memiliki nilai gizi yang baik.
– Paria (Pare) : Tanaman ini populer di Indonesia dan dikenal dengan manfaat kesehatan yang banyak, termasuk penurunan kadar gula darah.
– Mentimun : Mudah ditanam dan cepat dipanen, mentimun menjadi pilihan ideal untuk kebun sekolah.
– Lombok (Cabai) : Selain menjadi bumbu dapur yang esensial, cabai juga bisa menjadi sarana belajar tentang siklus tanaman yang lebih panjang.
– Tanaman Lainnya : Berbagai tanaman lain juga dapat ditanam sesuai kebutuhan dan kondisi lokal.

Penggunaan media tanam polybag merupakan solusi praktis dan ekonomis. Polybag mudah dipindahkan, tidak memerlukan lahan yang luas, dan dapat ditempatkan di berbagai area yang tersedia. Ini membuatnya ideal untuk lingkungan sekolah yang mungkin memiliki keterbatasan lahan.

Selain menggunakan polybag, SMA Negeri 2 Enrekang juga menerapkan sistem hidroponik untuk menanam sayuran.

Sistem ini memungkinkan tanaman tumbuh tanpa tanah, menggunakan air yang mengandung nutrisi. Keuntungan dari sistem hidroponik meliputi:

– Penggunaan Air yang Lebih Efisien: Air yang digunakan dapat didaur ulang, mengurangi pemborosan.
– Pertumbuhan Tanaman yang Lebih Cepat : Tanaman dapat menyerap nutrisi lebih efektif, mempercepat masa panen.
– Mengurangi Risiko Penyakit Tanah: Tanpa tanah, risiko penyakit yang biasanya berasal dari tanah dapat diminimalisir.

Hasil pengomposan sampah organik yang dilakukan murid murid dimanfaatkan dalam penanaman ini, memberikan nutrisi tambahan bagi tanaman dan membantu mengurangi limbah sekolah. Kompos organik ini meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman secara alami dan berkelanjutan.

Pemanfaatan lahan kosong dan pengelolaan kebun sekolah memberikan berbagai manfaat, antara lain:

– Pendidikan Lingkungan: Siswa belajar langsung tentang proses menanam, merawat, dan memanen tanaman.
– Keterampilan Hidup: Kegiatan berkebun mengajarkan tanggung jawab, kerjasama, dan ketekunan.
– Mendukung Ketahanan Pangan: Hasil panen dapat digunakan dalam kegiatan memasak di sekolah atau dibagikan kepada siswa.
– Penghijauan dan Keindahan Lingkungan: Meningkatkan estetika lingkungan sekolah dan memberikan suasana yang lebih sejuk dan nyaman.

Dengan langkah-langkah ini, SMA Negeri 2 Enrekang menjadi contoh yang baik dalam mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan berkelanjutan,ungkap Sukayono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *