Faktadelik.com, Makassar – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali mengalami tekanan serius dan hari ini berada di kisaran Rp17.899 per dolar AS. Kondisi tersebut mendapat sorotan tajam dari Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Sulawesi Selatan.
Ketua Bidang Ekonomi dan UMKM PW SEMMI Sulsel, Idul Agustin, menilai pelemahan rupiah yang semakin mendekati level Rp18 ribu menjadi sinyal bahaya bagi stabilitas ekonomi nasional dan tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.
Menurutnya, kondisi ini akan memberikan dampak langsung terhadap masyarakat, mulai dari kenaikan harga barang impor, meningkatnya biaya produksi industri, tekanan terhadap pelaku UMKM, hingga ancaman menurunnya daya beli rakyat.
“Ketika rupiah hampir menyentuh Rp18 ribu per dolar AS, maka pemerintah dan Bank Indonesia harus benar-benar serius membaca situasi. Ini bukan sekadar fluktuasi biasa, tetapi alarm bagi stabilitas ekonomi nasional,” tegas Idul Agustin.
Ia mengingatkan pemerintah agar lebih berhati-hati dalam menggunakan anggaran negara di tengah kondisi ekonomi yang sedang tertekan. Menurutnya, belanja negara harus difokuskan pada program yang benar-benar produktif dan berdampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat.
“Jangan sampai di tengah tekanan rupiah, pemerintah justru menghamburkan anggaran untuk program-program yang tidak prioritas. Hari ini rakyat membutuhkan stabilitas harga, perlindungan ekonomi, dan kepastian daya beli,” lanjutnya.
SEMMI Sulsel juga menyoroti peran Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang dinilai harus lebih agresif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta membangun kembali kepercayaan pasar terhadap kondisi ekonomi nasional.
Idul Agustin menilai koordinasi antara pemerintah dan BI harus diperkuat, terutama dalam menjaga stabilitas moneter, mengendalikan inflasi, serta memperkuat sektor produksi dalam negeri agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor.
“Kita tidak bisa terus bergantung pada kondisi global. Pemerintah harus memperkuat ketahanan ekonomi nasional, memperkuat industri dalam negeri, menjaga stabilitas pangan dan energi, serta memberikan perlindungan serius kepada UMKM sebagai tulang punggung ekonomi rakyat,” ujarnya.
SEMMI Sulsel menilai pelemahan rupiah hingga menyentuh kisaran Rp17.899 per dolar AS harus menjadi momentum evaluasi besar terhadap arah kebijakan ekonomi nasional agar lebih efisien, realistis, dan berpihak kepada kepentingan rakyat luas.













