FAKTADELIK.COM, KUNINGAN – Nongkrong dengan anak muda menjadi kegiatan wajib setiap Ganjar Pranowo berkunjung ke daerah. Berbagai aspirasi, masalah dan banyak hal didapatkan calon presiden (Capres) 2024 nomor urut 3 itu setiap diskusi dengan kalangan muda.
Seperti saat nongkrong dengan anak muda Kuningan, di lereng Gunung Ciremai, Sabtu (27/1/2023). Ratusan anak muda Kuningan, Jawa Barat, begitu antusias ngobrol hingga curhat pada Ganjar.
Arsya (21), misalnya. Mahasiswi Universitas Kuningan yang mengambil jurusan PGSD itu curhat ke Ganjar terkait keresahan akan masa depannya sebagai guru. Banyak guru, kata dia, khususnya guru honorer yang gajinya tidak layak dan bahkan sering jadi bahan ejekan.
“Saya itu resah Pak, gaji guru kalah sama gaji mereka yang kerja di pabrik. Kata mereka, buat apa kuliah tinggi, jadi guru kalau gajinya lebih kecil dari kami yang nggak sekolah dan bekerja di pabrik,” keluh Arsya.
Arsya kemudian menanyakan komitmen Ganjar terkait pendidikan bila kelak ia menjadi presiden. Arsya berharap, Ganjar memperhatikan kesejahteraan guru dan memberikan gaji yang sesuai kebutuhan.
“Kami berharap bapak bisa memperbaiki kualitas pendidikan di negeri ini, termasuk kesejahteraan guru,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Kahfi (25) pemuda lain dari Kuningan. Kepada Ganjar, ia mengeluhkan tidak meratanya fasilitas pendidikan di negeri ini. Banyak daerah terpencil yang tidak bisa mengakses pendidikan secara layak.
“Kalaupun ada fasilitas pendidikan, tapi karena miskin akhirnya banyak anak Indonesia tidak bisa sekolah. Kami harap Pak Ganjar fokus soal itu dan kami mendukung upaya bapak dalam pembangunan sumber daya manusia ini,” ucap Kahfi.
Ganjar tersenyum lebar mendengar pertanyaan-pertanyaan anak muda Kuningan itu. Menurutnya, pertanyaan itu sangat cerdas dan berbobot dan menunjukkan bahwa anak muda peduli pada kemajuan bangsa.
“Ini pertanyaan bagus sekali. Anak muda Kuningan kritis dan peduli pada bangsanya,” ucap Ganjar sambil mengacungi dua jempolnya.
Dengan gaya anak muda yang penuh canda tawa Ganjar menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Soal kesejahteraan guru misalnya, Ganjar menegaskan bahwa kesejahteraan guru memang menjadi salah satu program prioritasnya. Jika menjadi presiden, maka gaji guru akan ditingkatkan.
“Apalagi yang guru honorer, kan gajinya horor. Dulu waktu saya jadi gubernur Jateng, saya naikkan gaji guru honorer minimal setara UMK. Makanya yang awalnya gaji 300 ribu, bisa naik jadi Rp1,5 juta atau bahkan 2,4 juta,” jelasnya.
Termasuk soal pemerataan fasilitas pendidikan. Ganjar membenarkan bila masih banyak daerah di Indonesia yang belum memiliki fasilitas pendidikan. Dengan anggaran 20 persen dari APBN dan APBD untuk pendidikan, Ganjar optimis bisa melakukan pemerataan pendidikan.
“Kalau mereka yang miskin, kita sudah punya program SMK Gratis Langsung Kerja untuk keluarga miskin dan satu keluarga miskin satu sarjana. Jadi soal kesejahteraan guru dan pemerataan pendidikan memang menjadi program kerja prioritas kami,” tegasnya.
Apa yang disampaikan Ganjar itu mendapat apresiasi para anak muda Kuningan. Mereka mendukung Ganjar mewujudkan cita-cita itu.
“Siip pak, kami dukung,” ucap mereka kompak. (Red)












