Banner Media 2026 LUWU UNGUL BERKARAKTER DAN BERBASIS AGRIBISNIS

Aurel, Tia, dan Farhan Beri Inspirasi Kemanusiaan dan Cinta, Dirjen Bimas Katolik Beri Apresiasi dan Terima Kasih

Faktadelik.com, Jakarta – Aurel, Tia, dan Farhan, tiga orang mahasiswa, melakukan tindakan berani menghalau pengeroyokan mahasiswa Katolik saat keributan di Pamulang. Ribut antarwarga terjadi di Jalan Ampera, Babakan, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel) pada 5 Mei 2024. Saat kejadian, sejumlah mahasiswa tengah menggelar doa bersama (Rosario) menurut ajaran Katolik.

Aurel seorang mahasiswa beragama Hindu dengan berani menghadang dan melerai massa yang mengeroyok mahasiswa yang tengah menggelar doa bersama (Rosario). Aurel dibantu Tia salah seorang rekannya yang juga adalah mahasiswa Katolik yang saat itu berada di lokasi. Meski terluka di tangannya Aurel tetap berani membela para sahabatnya mahasiswa Katolik yang dikeroyok. Aksi Aurel divideokan oleh Tia sahabatnya. Bukan saja sampai disitu, Aurel dan Tia dengan berani melaporkan kejadian ini ke Polres Tangerang Selatan. Hingga saat ini Kepolisian Tangerang Selatan sedang melakukan proses hukum.

Kisah Aurel juga dialami Farhan yang saat itu ada di lokasi kejadian.  Farhan berbeda agama dengan Aurel dan Tia.  Farhan seorang mahasiswa  beragama Islam. Farhan refleks memeluk korban (mahasiswa yang berdoa Rosario) ketika dikeroyok.  Farhan pun terluka di bagian kepala. Farhan berani melindungi rekan mahasiswanya yang beragama Katolik.

Dirjen Bimas Katolik Suparman mengungkapkan rasa terima kasih kepada Aurel, Tia, dan Farhan. “Mereka ini anak-anak yang memberi inspirasi kemanusiaan dan cinta tanpa batas. Mereka berbeda agama, namun mereka bersama-sama membantu mengamankan rekan mahasiswa yang sedang dikeroyok. Mereka berani melawan kejahatan dan bersaksi tentang kebenaran,” ungkap Suparman.

Suparman menilai  Aurel, Tia, dan Farhan mewariskan contoh penghayatan Bhinneka Tunggal Ika dan Moderasi Beragama. “Aurel, Tia, dan Farhan mengajarkan kita tentang pentingnya saling menghargai, toleransi, dan menjaga kedamaian bersama demi terciptanya bonum commune,” sambungnya seraya berharap generasi muda harus mencontohi dan memiliki semangat yang sama seperti yang sudah ditunjukan Aurel, Tia, dan Farhan dalam memperjuangkan kemanusiaan, kebenaran, dan cinta tanpa batas.

Ditjen Bimas Katolik, sungguh memberikan apresiasi. Sebagai bentuk apresiasi Suparman menugaskan Direktur Urusan Agama Katolik Aloma Sarumah untuk mengunjungi Farhan di kediamannya di Bogor, Sabtu (11/05). Kepada Farhan dan keluarga, Aloma sampaikan terima kasih seraya mendoakan agar Farhan lekas sembuh dan kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Hal yang sama dilakukan sebelumnya oleh Suparman dengan menugaskan dua orang Staf untuk menjumpai Aurel dan Tia di kediamannya, Kamis (09/05) dan menyampaikan dukungan dan terima kasih untuk hal baik dan inspiratif yang sudah dilakukan Aurel dan Tia.

Apresiasi yang sama disampaikan Dirjen kepada aparat kepolisian yang bergerak cepat mengamankan situasi dan melakukan proses hukum. Diawal kejadian, Senin (06/05), Suparman bergerak cepat menghadiri rapat koordinasi bersama Polres Tangerang Selatan yang dihadiri sejumlah ormas dalam rangka penyelesaian masalah. Suparman melakukan koordinasi dengan berbagai pihak baik intern Kementerian Agama hingga lembaga gereja Katolik serta lembaga terkait lainnya. Melalui media resmi Kementerian Agama, Suparman mengajak umat untuk menciptakan suasana kondusif dan damai di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *