Banner Media 2026 LUWU UNGUL BERKARAKTER DAN BERBASIS AGRIBISNIS
Berita  

Detasemen Intelijen (Denintel) kodam XIV Makassar gelar Operasi Senyap, 40 Orang Passobis (Penipu online) Berhasil Di Ringkus

Faktadelik.com, Sidrap – Kabupaten Sidrap kembali tercoreng namanya dengan kasus kejahatan digital berskala nasional. Sindikat penipuan online yang dikenal luas dengan sebutan Sobis — pelaku penipuan asal Sidrap makin menggila dan terindikasi dikendalikan oleh kekuatan besar yang selama ini membuat aparat penegak hukum (APH) seakan lumpuh untuk bertindak. Keberadaan kelompok ini telah menjadi momok menakutkan, bukan hanya bagi warga lokal, tetapi juga masyarakat di seluruh penjuru Indonesia. Jum’at,25/4/2025.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa Sidrap tengah mengalami krisis moral dan hukum yang serius, mengingat daerah ini mulai dikenal dengan stigma gelap 4S: Sabu, Sobis (penipu), Sambung Ayam, dan Seks bebas. Sebuah kombinasi yang mencerminkan degradasi sosial yang dalam dan menuntut penanganan ekstrem dari negara.

Setelah sekian lama dianggap tak tersentuh, akhirnya Detasemen Intelijen (Denintel) Kodam XIV Hasanuddin melakukan gebrakan besar. Dalam operasi senyap yang digelar dalam beberapa pekan terakhir, sebanyak 40 orang terduga pelaku penipuan digital asal Sidrap berhasil diamankan. Penangkapan tersebut diumumkan secara resmi dalam konferensi pers yang digelar di Markas Denintel Kodam XIV Hasanuddin, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (25/4/2025).

Konferensi pers tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi militer, antara lain Danrem 141/Toddopuli Brigjen TNI Andre Rumatayan, Danpomdam XIV Hasanuddin Kolonel CPM Imran Ilyas, Asintel Kasdam XIV Hasanuddin Kolonel Inf Robinson Tallupadang, serta Kapendam XIV Hasanuddin Kolonel ARM Gatot Awan Febrianto.

“Pengungkapan kasus penipuan digital ini dikenal masyarakat dengan istilah ‘Sobis’,” tegas Kolonel Gatot Awan Febrianto dalam pernyataannya.

Lebih lanjut, Gatot menjelaskan bahwa para pelaku ini merupakan bagian dari jaringan terstruktur yang telah lama meresahkan masyarakat dan sulit disentuh oleh hukum biasa.

“Mereka adalah sindikat penipuan yang telah lama meresahkan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di Kabupaten Sidrap dan Kota Makassar. Mereka beroperasi secara profesional, bahkan menggunakan teknologi dan strategi komunikasi untuk menghindari deteksi aparat.”

Ironisnya, masyarakat di Sidrap sendiri sudah lama mengetahui keberadaan para pasobbis ini. Namun ketakutan, relasi kekuasaan, dan dugaan adanya backing kuat membuat mereka tidak berani bersuara. Banyak warga bahkan meyakini bahwa ada aktor intelektual dan kekuatan besar yang melindungi gerakan mereka dari balik layar.

“Kami menduga ada sistem komando di balik sindikat ini. Tidak menutup kemungkinan keterlibatan oknum dalam institusi tertentu, dan semua itu sedang kami dalami,” ujar salah satu pejabat intelijen yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat sipil, tokoh agama, dan pegiat anti-kejahatan digital pun angkat suara. Mereka meminta negara tidak hanya berhenti pada penangkapan eksekutor lapangan, tetapi menyisir sampai ke akar permasalahan: siapa yang mengendalikan sindikat ini, dan siapa yang melindunginya selama ini?

Sidrap kini dalam sorotan. Bukan karena prestasi, tapi karena menjadi sarang kejahatan digital yang merusak generasi muda dan mencoreng nama daerah. Publik menunggu langkah lanjutan yang tegas dan tanpa kompromi dari aparat penegak hukum dan institusi negara.

“Kami tidak mau Sidrap terus dikenal dengan julukan 4S. Hapus stigma ini, bersihkan generasi kami dari racun kejahatan,” ujar seorang tokoh pemuda di Pangkajene dengan nada geram.

Penangkapan 40 pasobbis ini menjadi sinyal awal bahwa negara belum sepenuhnya kalah melawan mafia penipuan digital. Tapi perjuangan baru saja dimulai. Sidrap butuh dibebaskan dari cengkeraman sindikat yang selama ini tumbuh subur di atas ketakutan rakyat dan kelumpuhan hukum.**