Faktadelik.com, Sorong PBD – Dukungan dari sejumlah Kepala Suku di Tanah Papua kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden Ganjar-Mahfud di pertanyakan oleh berbagai pihak, Paul Mayor selaku Ketua DPP Relawan Papua For Ganjar Mahfud (PAGAMA) dengan santai menepis isu tersebut. (05/11/2023)
Dalam keterangannya saat konferensi pers, Paul mengatakan, dukungan yang di berikan oleh dirinya dan sejumlah kepala suku tersebut adalah murni, kemudian keterlibatan dirinya dan sejumlah kepala suku tersebut juga merupakan wujud dari upaya penegakan pelanggaran HAM di tanah Papua.
“Kita akan kerja cepat, strategi kami sudah kami susun untuk memenangkan Ganjar 95% di seluruh Tanah Papua karena kita tidak mungkin mendukung yang backgroundnya atau diduga ada indikasi kuat terlibat pelanggaran HAM apalagi orang Papua itu banyak yang menjadi korban pelanggaran HAM bahkan masih hidup sampai hari ini Jadi kami akan pilih pemimpin yang bukan menggunakan politik identitas”
Paul mengatakan, sejumlah pihak yang terlibat dalam PAGAMA adalah tokoh-tokoh yang diyakini mampu untuk melakukan konsolidasi dengan responsif, dalam kurung waktu 2 sampai 3 bulan.
“Ganjar pranowo ini orang yang sama dengan orang Papua jadi tidak sulit untuk memenangkan ngajar pranowo di Papua apalagi PAGAMA adalah perkumpulan dari para tokoh-tokoh intelektual, tokoh masyarakat, tokoh adat, para kepala suku dan juga tokoh perempuan, aktivis Pemuda dan mahasiswa”.
“Kami juga sudah mendorong untuk Ganjar buat atau bentuk dalam kabinetnya ada Kementerian percepatan pembangunan kesejahteraan Papua, karena Papua terdiri dari 6 provinsi 49 kabupaten kota dengan wilayah otonomi khusus, yang khusus adalah hukum adatnya dengan karakteristik adat budaya dan corak hidup yang agak berbeda dari wilayah lain karena hukum adat orang Papua yang begitu majemuk”
Diyakini, dengan dukungan dari ujung timur Indonesia tanah Papua, membuat Ganjar semakin percaya diri untuk maju dan yakin pasti menang. (Endi)












