FAKTADELIK.COM – Ekuador sukses mengamankan tiket ke Babak 32 Besar setelah bangkit dari ketertinggalan untuk menaklukkan Jerman 2-1 pada laga pamungkas Grup E, Jumat, 26/6dini hari WIB.
Mengingat juara grup Jerman telah memastikan diri lolos ke fase selanjutnya usai mengemas dua kemenangan, pertanyaan besar bagi lautan suporter berbaju kuning di New York/New Jersey Stadium adalah apakah Ekuador mampu menyusul langkah mereka.
Keraguan ini sempat muncul setelah Ekuador gagal mencetak gol, dan hanya meraih satu poin, dalam dua laga awal melawan Pantai Gading dan Curacao.
Pada menit kesembilan, pasukan Sebastian Beccacece akhirnya mendapatkan gol yang mereka dambakan. Satu-satunya masalah adalah mereka sudah dalam posisi tertinggal pada saat itu, menyusul gol perdana Leroy Sane untuk Jerman di turnamen besar. Memanfaatkan umpan pantul dari Florian Wirtz, Sane melepaskan tembakan mendatar dari dalam kotak penalti yang meluncur melewati jangkauan tangan kanan Hernan Galindez. Torehan tersebut menjadi gol tercepat Jerman di ajang Piala Dunia sejak 1934.
Patut diacungi jempol, Ekuador hanya butuh waktu tujuh menit untuk merespons sekaligus memecah kebuntuan mereka di Piala Dunia FIFA 2026. Aktor pencetak golnya bukanlah Enner Valencia, yang mencatatkan rekor penampilan kesembilannya di Piala Dunia untuk negaranya. Pemain tersebut justru adalah sang gelandang Nilson Angulo yang diturunkan sebagai starter untuk pertama kalinya di Amerika Utara ini. Berawal dari Pablo Vite yang merebut bola liar di area pertahanan Jerman, ia lalu menyodorkannya kepada Angulo. Sang gelandang yang menemukan ruang tembak tepat di luar lengkung penalti, melepaskan sepakan yang melewati celah kaki Aleksandar Pavlovic dan tak mampu dihalau oleh manuver Manuel Neuer.
Babak kedua diawali dengan hadiah penalti bagi Jerman, yang kemudian dianulir oleh wasit Tori Penso setelah peninjauan VAR karena adanya pelanggaran sebelumnya oleh Sane terhadap Vite. Kendati demikian, drama sesungguhnya baru terjadi ketika pertandingan memasuki 15 menit terakhir.
Akibat kesalahpahaman antara Neuer dan Jonathan Tah, Plata sempat melepaskan sontekan jarak dekat menyambut umpan silang Moises Caicedo, yang sayangnya masih melambung di atas mistar. Sane kemudian membalas lewat tembakan ke arah Galindez setelah berlari kencang di sisi lapangan yang lain, namun tekad Ekuador seolah tak terbendung.
Sesaat setelah tembakan pemain pengganti Kevin Rodriguez berbelok arah dan melambung ke atas gawang, ia sukses membelokkan bola tendangan penjuru di tiang dekat. Plata yang berlari mendahului Neuer berhasil menyambar bola tersebut menggunakan kakinya dan menceploskannya ke jala atas gawang.
Kemenangan ini memastikan tempat Ekuador di fase gugur sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik. Sementara itu, Jerman – meski menelan kekalahan tetap memuncaki klasemen grup berkat keunggulan selisih gol atas Pantai Gading, yang juga mengakhiri fase grup dengan koleksi enam poin.
(Gusti Pajong)













