Faktadelik.com, Raja Ampat PBD – Mendapat jadwal kampanye terbuka dari KPU sebagai partai penutup kampanye terbuka dalam pemilihan menghadapi pemilu 2024 di pantai Waisai Torang Cinta (WTC, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menghadirkan caleg-caleg terbaiknya untuk menyampaikan pesan-pesan politik.(09/02/2024)
Yohan Sauyai.Spi, merupakan salah satu calon legislatif dapil II raja ampat dari partai PKS nomor urut 2 yang ditunjuk untuk berorasi. Dalam orasinya, Yohan Sauyai menyebut pendidikan yang hingga saat ini tidak tidak mampu dituntaskan oleh pemerintah.
“Banyak sekali yang kita lihat dan kita alami, berbagai tangis dan rintih dari anak-anak negri. Banyak anak-anak yang putus sekolah namun negara tidak mampu untuk menanggung biaya sekolahnya, padahal amanat undang-undang itu sangat jelas bahwa negara wajib memastikan anak-anak untuk mengenyam pendidikan. Namun yang terjadi saat ini tidak demikian”
Oleh dan karenanya kata Yohan, ini merupakan momentum dimana PKS mendapat jadwal kampanye terakhir sehingga dirinya mengajak masyarakat untuk menentukan pilihannya pada tanggal 14 Februari mendatang, baik Calon Presiden, Caleg DPR RI, Caleg DPRD Provinsi dan Caleg DPRD Kabupaten.
“Saya katakan bahwa, inilah kuncinya untuk Indonesia yaitu AMIN”. Jika yang Kuasa berkehendak dan ketika rakyat memberikan amanah maka Insyaallah kita akan menuju kesana”
Tak hanya itu, Yohan juga mempresentasikan tiga fungsi DPR dan tiga hak DPR. Dimana dikatakan Yohan, fungsi DPR meliputi, Fungsi Legislasi, Fungsi Anggaran dan Fungsi Pengawasan. Yohan mengatakan penting untuk menyampaikan kepada masyarakat apa itu Fungsi dan Hak DPR agar masyarakat lebih selektif untuk memilih Legislator yang memiliki kemampuan, kapasitas dan kapabilitas agar nantinya bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat di parlemen.
“Kenapa saya sampaikan, saya mengamati setiap orasi-orasi politik dari setiap partai tidak pernah menjelaskan kepada masyarakat terkait dengan Fungsi dan Hak DPR. Atau jangan-jangan kami caleg sendiripun tidak memahami itu, lalu mau tawarkan diri kepada masyarakat, kemudian mau bikin apa ketika dipilih sebagai Legislator?. DPR memiliki tiga hak, yaitu hak Interpplasi, hak Angket dan hak berpendapat atau bicara”
Yohan kemudian mengatakan, pada tahun 2021 lalu DPRD Kabupaten Raja Ampat kebohongan. Kebohongan sebagaimana dikatakan Yohan, terjadi adanya kelebihan pembayaran transportasi pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Raja Ampat. Caleg PKS itu mengatakan, hal tersebut patut dipertanyakan, dimana DPRD tidak mampu mengawasi internanlnya sendiri sehingga fungsi pengawasannya perlu dipertanyakan.
“DPR yang punya pengawasan, tetapi loh kenapa itu sampai bisa bocor.? Jika hal ini sudah terjadi, bagaimana legislatif mau mengawasi eksekutif.?”
Olehnya, Yohan mengatakan dari hal-hal tersebut dapat menjadi pertimbangan-pertimbangan evaluasi oleh masyarakat dan menentukan hak pilihnya sesuai hati nurani yang paling kecil.
“Kenapa saya harus katakan hati yang paling kecil.?, karena banyak yang sudah mendalilkan hati nurani yang paling besar dan juga perubahan bahkan perubahan, tetapi di ruang yang sunyi dan gelap mereka sendiri memperkosa hati nurani dan keadilan itu” (Endi)












