FAKTADELIK.COM, POLMAN – Kapolres Polewali Mandar (Polman), AKBP Zaky Maghfur, S.I.K., menghadiri Upacara Pengukuhan Pemangku Adat dalam Jajaran Arajang Balanipa Mandar yang berlangsung di Baruga Kayyang, Taman Budaya dan Museum Sulawesi Barat Buttu Cipping, Desa Batulaya, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-22 Provinsi Sulawesi Barat tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh peserta dari unsur pemerintah, Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, budayawan, akademisi, hingga para raja dari Sulawesi Selatan serta kerajaan adat Pitu Ba’bana Binanga dan Pitu Ulunna Salu.
Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Sulawesi Barat Dr. H. Suhardi Duka, M.M., Ketua Komisi I DPRD Sulbar H. Syamsul Samad, S.IP., M.Si., Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud, S.IP., Bupati Majene H. A. Achmad Syukri Tammalele, S.E., M.M., Bupati Mamuju Tengah Dr. H. Arsal Aras, S.E., M.Si., Wakil Bupati Mamasa Drs. H. Sudirman, Kajari Polewali Mandar, pimpinan DPRD, kepala OPD, serta Mara’dia Arajang Balanipa Mandar ke-55 H. Bau Arifin Malik Pattana Endeng beserta jajaran pemangku adat.
Prosesi diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penghormatan adat, laporan panitia, orasi budaya bertajuk “O Dziadza O Dzibiasa: Menyulam Kembali Passemandarang”, hingga prosesi pengukuhan puluhan pemangku adat Kerajaan Balanipa Mandar.
Para pemangku adat yang dikukuhkan berasal dari berbagai wilayah adat, meliputi Perangkat Arajang Balanipa, Anaq Banua Kaiyang, Tallumpanuae Mapilli, Tallumpanuae Tomadzio, dan Tallumpanuae Nepo. Pengukuhan tersebut menjadi simbol keberlanjutan nilai-nilai budaya dan regenerasi kepemimpinan adat di tanah Mandar.
Dalam kesempatan yang sama, Kerajaan Balanipa memberikan Piagam Penghargaan dan PIN Kehormatan Adat kepada almarhum Mayjen TNI (Purn.) H. Salim S. Mengga, almarhum Prof. Dr. H. Baharuddin Lopa, S.H., serta Dr. H. Rakhmat Hasanuddin, M.Sc. atas jasa dan kontribusi mereka bagi masyarakat Mandar.
Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud dalam sambutannya menegaskan bahwa adat merupakan fondasi kehidupan masyarakat Mandar yang harus terus dijaga sebagai identitas daerah.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Barat Dr. H. Suhardi Duka menyampaikan bahwa keberadaan lembaga adat merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun daerah.
Pada momen tersebut, Arajang Balanipa juga menganugerahkan Gelar Kehormatan Adat Kerajaan Balanipa kepada Gubernur Sulawesi Barat Dr. H. Suhardi Duka, M.M., dan Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud, S.IP., sebagai bentuk penghormatan atas komitmen keduanya dalam mendukung pelestarian adat dan budaya Mandar.
Kapolres Polman AKBP Zaky Maghfur, S.I.K., bersama jajaran Polres Polewali Mandar turut memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib. Pengamanan dilaksanakan oleh personel gabungan Polres Polman dan Polsek Tinambung yang dipimpin langsung oleh Kapolres, didampingi Kapolsek Tinambung AKP Ramli, S.Sos., Kasat Samapta AKP Rum Kasim, Kasat Intelkam IPTU Haspar, S.H., beserta personel yang terlibat.
Kehadiran Polri dalam kegiatan adat tersebut menjadi wujud dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan lembaga adat dalam menjaga persatuan, stabilitas keamanan, serta kearifan lokal di Kabupaten Polewali Mandar.**













