FAKTADELIK.COM, MAMASA – Ketua IOF Pengcab Mamasa Suhadi Kandoa meluruskan informasi yang beredar dan dinilai berlebihan di media sosial terkait rencana kegiatan Adventure Fun 4×4 di wilayah Pana.
Adapun yg diviralkan di media sosial adalah plamfet untuk event 4 X 4 extrim yg lokasinya sudah disiapkan khusus dekat dengan mamasa
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut masih sebatas wacana dan usulan. Tujuan utamanya bukan untuk balap, melainkan untuk mengajak peserta menjelajah wisata, menikmati keindahan alam Pana, serta menggelar camping ground satu malam.jumat, (22/05/2026)
Beberapa yang bisa kita berikan dari kegiatan yang kita lakukan untuk daerah tujuan Tujuan Wisata diantaranya Promosi gratis Peserta pulang bawa foto, video, cerita. Temannya jadi tahu “oh ternyata di Pana/Mamasa ada tempat sebagus ini”. Peta wisata makin lengkap*: Destinasi yang selama ini belum terekspos jadi masuk radar wisatawan. Buka peluang wisata berkelanjutan Kalau respon bagus, bisa jadi event rutin yang bikin daerah itu dikenal sebagai destinasi wisata
“Ini sangat jauh dari kesan balap-balapan. Yang kita dorong adalah wisata petualangan yang santai, di mana peserta bisa menikmati perjalanan, mengenal destinasi Pana, dan menginap semalam di alam terbuka,” ujarnya.
Lanjut Suhadi Menurutnya, kegiatan ini dirancang untuk membuka ruang bagi wisatawan lokal maupun dari luar daerah agar lebih mengenal destinasi-destinasi wisata di Pana yang jauh dari kebisingan dan polusi udara. Di sisi lain, kegiatan ini juga diharapkan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
“Jika ada sekitar 100 peserta yang hadir, dan masing-masing membawa belanja sekitar Rp1 juta untuk kebutuhan selama kegiatan, maka akan ada perputaran uang sekitar Rp100 juta di kalangan pelaku UMKM di sekitar Pana,” jelasnya.
Masih Suhadi menambahkan, jika masyarakat tidak menghendaki rute di Pana, pihaknya siap mencari alternatif rute lain yang tetap berada di wilayah Kabupaten Mamasa.
“Kami terbuka. Intinya bagaimana kegiatan ini bisa memberi manfaat untuk promosi wisata dan penguatan ekonomi lokal, tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat,” tutupnya.**













