Banner Media 2026 LUWU UNGUL BERKARAKTER DAN BERBASIS AGRIBISNIS

Model Polibag dan Hidroponik Solusi Bercocok Tanam di Lahan Terbatas dan Betonisasi

Faktadelik.com, Enrekang – Selasa 19 Mei 2026, Keterbatasan lahan dan meningkatnya betonisasi di perkotaan sering kali menjadi tantangan bagi kegiatan bercocok tanam. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat siswa dan guru di SMA Negeri 2 Enrekang untuk tetap menjalankan aktivitas budidaya tanaman.

Dengan kreativitas dan kerja keras, mereka berhasil memanfaatkan lahan belakang kelas untuk menanam berbagai jenis sayuran.

Di lahan belakang sekolah, berbagai sayuran seperti mentimun, pare, kacang panjang, dan terong berhasil dibudidayakan menggunakan media polibag. Penggunaan polibag sebagai media tanam memiliki beberapa keunggulan, di antaranya:

– Fleksibilitas Lokasi : Polibag dapat dipindahkan dengan mudah sesuai kebutuhan.
– Pengendalian Media Tanam : Memungkinkan pemantauan dan pengendalian kualitas tanah dan nutrisi dengan lebih baik.
– Efisiensi Ruang : Cocok untuk lahan sempit karena tidak memerlukan tanah yang luas.

Alhamdulillah, hasil dari penanaman di polibag sudah mulai tampak dan menunjukkan hasil yang memuaskan.

Selain menggunakan media polibag, SMA Negeri 2 Enrekang juga menerapkan sistem hidroponik dalam budidaya sayuran. Metode ini telah beberapa kali menghasilkan panen yang memuaskan. Sistem hidroponik menawarkan berbagai keuntungan:

– Penggunaan Air yang Efisien : Menggunakan air lebih sedikit dibandingkan metode konvensional.
– Pertumbuhan Tanaman yang Cepat : Tanaman cenderung tumbuh lebih cepat karena nutrisi langsung diserap oleh akar.
– Pengurangan Penggunaan Pestisida : Lingkungan yang lebih terkontrol mengurangi risiko serangan hama.

Keberhasilan sistem hidroponik ini tidak hanya berkontribusi pada keberlanjutan sekolah tetapi juga menjadi sarana edukasi praktis bagi siswa dalam mempelajari teknik pertanian modern.

Kegiatan bercocok tanam di lahan belakang kelas ini tidak hanya memiliki manfaat praktis dan ekonomis, tetapi juga memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya pertanian berkelanjutan dan teknik bercocok tanam modern.

Dengan demikian, SMA Negeri 2 Enrekang tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara akademis tetapi juga peka terhadap isu lingkungan dan mandiri dalam memanfaatkan sumber daya yang ada.

Inisiatif ini merupakan contoh inspiratif bagi sekolah-sekolah lain yang menghadapi keterbatasan lahan namun tetap ingin menanamkan nilai-nilai keberlanjutan dalam pendidikan mereka,ungkap Sukayono. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *