Banner Media 2026 LUWU UNGUL BERKARAKTER DAN BERBASIS AGRIBISNIS

Memasuki Masa Kampanye, Yohan Sauyai : Jaga Raja Ampat Dari Potensi Perpecahan Akibat Pergesekan Beda Pilihan Politik

Faktadelik.com, Raja Ampat PBD – Memasuki masa Kampanye, Yohan Sauyai S.pi mengajak tokoh-tokoh masyarakat seperti kepala kampung, tokoh pemuda, tokoh perempuan, tokoh agama dan tokoh adat berperang aktif untuk memberikan edukasi politik kepada seluruh lapisan masyarakat. Dalam Rangka mengantisipasi potensi gesekan masyarakat karena perbedaan pandangan politik. (29/11/2023)

Dalam keterangannya kepada media ini, ia mengajak agar, memasuki masa-masa kampanye yang sedang berjalan, harus menyiapkan diri melalui edukasi tentang nilai-nilai demokrasi bagi seluruh lapisan masyarakat. Salah satunya melalui tokoh masyarakat yang memegang peranan sentral dalam pembangunan kesadaran dan transformasi kondisi sosial.

“Tokoh masyarakat dianggap memiliki posisi sentral yang bisa menjadi panutan dan rujukan masalah. Tokoh-tokoh masyarakat dimaksud inikan sebagai ujung tombak dalam memberikan edukasi tentang pendidikan politik. Ini bukan soal siapa yang menang dan siapa yang kalah nantinya, tapi bagaimana bersama-sama bisa menjaga kestabilan demokrasi dan terus mengedukasikan kepada masyarakat tentang pendidikan politik yang santun, harmoni dan bermartabat”, Ujar Yohan Sauyai.

Olehnya, Yohan Sauyai yang juga merupakan Caleg PKS tersebut, mengatakan tokoh masyarakat seperti RT, RW dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kampung memiliki peran yang sangat vital. Terutama ketika ada masalah, tokoh masyarakat akan menjadi rujukan penyelesai masalah, karena dianggap memiliki kapasitas. Oleh sebab itu perlu memberikan wawasan dan pengetahuan kepada masyarakat melalui pendidikan politik.

Lanjut, melalui pendidikan politik maka bisa memaksimalkan peran tokoh masyarakat dalam mengantisipasi dan meminimalisir masalah politik. Misalnya gesekan antar kelompok masyarakat karena perbedaan politik, sikap tidak peduli terhadap politik yang ekstrim dan menabukan politik karena ketakutan terjadi keributan.

Harapannya, kata Yohan, lewat pendidikan politik, tokoh-tokoh masyarakat bisa menjadi teladan untuk politik santun. Terutama kepala kampung, kepala kampung diharapkan mampu merangkul masyarakat dan juga bisa menjadi mediator agar semua proses bisa dilakukan secara kondusif, santun, harmoni dan bermartabat.

“Besar harapan peran bapak/ibu (tokoh masyarakat) untuk bisa mengantisipasi dan meminimalisir hal tersebut. Dan tentunya sebagai pemuda yang terlibat langsung dalam perhelatan politik di kabupaten tercinta ini, saya menitipkan pesan agar senantiasa menjaga Raja Ampat dari berbagai potensi ancaman perpecahan akibat perbedaan pilihan politik”, tutup Yohan. (Endi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *