Faktadelik.com, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian memastikan, pemerintah menyalurkan bantuan perbaikan rumah warga yang rusak akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Untuk itu, Mendagri meminta syarat pendataan dipercepat oleh pemerintah daerah setempat dan ditandatangani oleh Kapolres serta Kajari.
Kepastian tersebut disampaikan Mendagri Tito Karnavian usai meninjau lokasi terdampak gempa di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Rabu (19/8/2026). “Kecepatannya sangat tergantung dari pendataan. Kalau didatakan, sudah nyampai ke Bupati, setelah itu ditandatangani juga oleh Kapolres sama Pak Kajari,” ujarnya.
Guna mempercepat proses penyaluran, mendagri meminta pemda mengerahkan perangkat desa hingga kecamatan dalam memverifikasi tingkat kerusakan.
Bantuan yang disiapkan pemerintah mencakup nominal Rp15 juta untuk kategori rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp70 juta untuk rumah berkatagori rusak berat.
Sesuai arahan Presiden kepada jajaran Kabinet Merah Putih untuk turun langsung ke lapangan, seluruh data kerusakan hasil peninjauan akan segera dibahas dalam rapat koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan BUMN demi memastikan penanganan pascabencana berjalan cepat.
Adapun, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil), Safrizal ZA, turut mendampingi kunjungan kerja Mendagri tersebut. “Percayalah, negara hadir. Pemerintah senantiasa berada di tengah masyarakat untuk memastikan pemulihan berjalan cepat dan kehidupan warga kembali pulih,” kata mendagri.
Di akhir peninjauan, Mendagri Tito Karnavian secara simbolis menyerahkan bantuan logistik berupa genset dan velbed ke Posko Relawan Bencana Ronting serta Posko Damer.
Kunjungan kerja tersebut ditutup dengan penyerahan tali asih sebesar Rp15 juta per jiwa kepada perwakilan keluarga korban meninggal dunia, serta bantuan senilai Rp200 juta untuk dua desa di Kecamatan Lamba Leda Utara.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah satu orang per hari ini, sehingga total terdapat 71 korban meninggal sejak 15-19 Agustus 2026.













