Faktadelik.Com, MAMASA, — Tingginya prevelensi stunting di Sulbar khususnya Mamasa membuat Pemkab Mamasa meminta Tim yg sudah dibentuk untuk segera menangani persoalan stunting di Mamasa secara serius. Untuk itu, rekonsiliasi dan Rapat Pengendalian Penurunan Stunting tingkat Kabupaten Mamasa dilaksanakan Kamis, 20/10/2022 di Aula 1 Hotel Hajojo Mamasa.
Sekertaris BKKBN Provinsi Sulbar, Rusdianto Manoarfa, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Mamasa yg telah merespon kegiatan ini dengan baik. BKKBN yang telah mengarahkan seluruh kemampuannya untuk dapat menurunkan prevelensi stunting.
“Yang mana, di ketahui Mamasa kemarin masuk pada prevelensi stunting tertinggi di Sulbar. Dan saat ini sudah turun menjadi peringkat ketiga,” terangnya.
Berdasarkan data tersebut, Pemerintah Kabupaten Mamasa kemudian diminta agar membentuk tim percepatan penurunan stunting.”Meskipun, tim sudah dibentuk, tapi kali ini di bentuk lagi secara lebih kompleks,” sebutnya.
Pada tahun 2021 prevelensi stunting di Mamasa berada diangka 33 persen, dan ditargetkan pada tahun 2022 ini menjadi 28 persen, yang saat ini masih dalam tahap survei status gizi Indonesia. Dan pihaknya yakin tahun depan akan turun.
Ia berharap kegiatan ini diharapkan agar segera dapat menurunkan angka stunting di Mamasa.
Asisten II Bidang Perekonomian Kabupaten Mamasa, Imanuel yang menghadiri acara tersebut menegaskan agar dalam rapat pengendalian penurunan stunting lebih serius dalam menangani persoalan stunting.
“Karena bicara persoalan stunting di Sulbar, tentunya bicara soal Kabupaten Majene, Polman dan Mamasa. Dan tentunya ini bukan prestasi, tapi bentuk keprihatinan kita,” sebutnya.
Ia menambahkan, jika perlu mengajak para pengusaha yang ada ikut berkontribusi dalam hal penurunan stunting. Sehingga strategi yang dilakukan sudah tepat dalam rangka mempercepat stunting.
“Mari kita gugah hati para stackholder untuk membantu karena memang harus dikeroyok dan bersama mengendalikan penurunan stunting,” Tambahnya.
Laporan -(HMS)
Editor- RS














