Banner Media 2026 LUWU UNGUL BERKARAKTER DAN BERBASIS AGRIBISNIS

Peringati Hari Sumpah Pemuda,GPAM Lakukan Unjuk Rasa Tolak Politik Dinasti,Indonesia Darurat Demokrasi

Faktadelik.Com- Memperingati Hari Sumpah Pemuda,Gerakan Perjuangan Aktivis Mahasiswa (GPAM) menggelar aksi unjuk rasa dibatas kota Makassar Gowa, Sabtu (28/10 2023).

GPAM mengungkapkan keprihatinan atas situasi negara yang penuh dengan berbagai masalah saat ini,termasuk viralnya Putusan Mahkamah Konsitusi (MK) yang dinilai kontroversial.

Jendral lapangan aksi, Riswandi Saputra mengungkapkan, hal tersebut sangat mencederai adanya keputusan yang mereka anggap menguntungkan pihak tertentu

“Harusnya MK profesional terkait penetapan usia minimal calon presiden dan calon wakil presiden pada Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu,”terang Riswandi

Ia pun mengaku khawatir dengan kondisi indonesia saat ini yang darurat demokrasi, seperti syarat capres-cawapres.

“Kebijakan publik yang berkaitan dengan proses demokrasi itu diduga kuat ditentukan oleh orang yang tidak dipilih secara demokratis. Serta kekuasaan kehakiman ini diperas untuk membenarkan keinginan politik, ”ungkap Riswandi Saputra yang juga Ketua Umum GPAM.

Lebih lanjut, Riswandi membeberkan beberapa contoh konkret permasalahan saat ini di Indonesia salah satunya, penggusuran masyarakat di tanah Rempang Batam yang dianggap tidak memperhatikan hak-hak masyarakat adat.

Selain itu, Riswandi secara tegas juga mengecam keras dan mendesak pembatasan kebebasan berpendapat yang semakin meresahkan masyarakat Indonesia.

Andi Aas, di tempat yang sama juga sampaikan hal yang sama. Ia dengan tegas mengkritik aparat negara yang mereka anggap menjadi alat intimidasi dan represif oleh pengusaha terhadap masyarakat yang berjuang mempertahankan tanah leluhurnya dari perampasan.

“Saya sangat mengecam keras tindakan oknum aparat yang melakukan intimidasi terkait penolakan masyarakat Rempang,” tegas Aas sapaan akrabnya.

Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dan membubarkan diri setelah membacakan pernyataan sikap. Mereka mengajukan beberapa tuntutan, termasuk:

1. Tolak Politik Dinasti
2. Turunkan Harga BBM
3. Pembebasan pendidikan secara gratis.
4. Hentikan perampasan tanah masyarakat adat di Rempang Batam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *