Faktadelik.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengatakan dirinya bangga karena Indonesia saat ini sudah menjadi negara yang dihormati dan bisa membantu negara-negara yang kaya.
“Sebenarnya, saya kalau keluar negeri sebagai Presiden Indonesia, saya sangat dihormati sekarang. Sangat dihormati. Bahkan mereka sekarang, banyak negara minta bantuan ke kita. Mereka minta bantuan pupuk ke kita, karena produksi pupuk kita lebih,” kata Presiden Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR-RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
“Kita diminta bantuan oleh Australia, kita berikan. India, Brazil, Filipina. Bayangkan, Indonesia sekarang bisa membantu negara-negara lebih kaya dari kita. Ini jangan membuat kita sombong. Tapi ini membuat kita harus lebih percaya diri. Memang masih ada banyak kekurangan. Dan saya orang yang selalu mengajak, ayo kita berani menghadapi kekurangan kita. Kita berani menghadapi kesulitan. Kita berani menghadapi tantangan. Kita harus bisa atasi penyelewengan di ekonomi kita. Kalau demikian, kita akan tumbuh luar biasa,” tambah Presiden.
Presiden menuturkan, banyak yang sudah kita capai. Karena kita memang sudah antisipasi ketegangan dan krisis yang mungkin timbul. Karena kita telah diberi warning dengan COVID-19, kita baru mengerti dan sadar. Begitu ada krisis dunia, negara-negara pengekspor pangan akan tutup.
“Beberapa tahun lalu Rusia mengalami kebakaran hutan yang besar, mereka tutup ekspor gandum. Harga pangan naik semua. Tidak hanya gandum, beras, jagung, gula naik semua. Begitu perang Ukraina, naik lagi. COVID-19, naik lagi. Jadi kita sudah antisipasi. Karena itu saya canangkan, program utama saya adalah mengamankan pangan Indonesia. Kita harus swa sembada pangan. Dan Alhamdulillah, saya dibantu oleh tim pertanian saya yang luar biasa,” kata Presiden
Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo menyatakan dirinya memberi target 4 tahun untuk swasembada, dan mereka hasilkan swasembada dalam 1 tahun. Bahkan, produksi kita tertinggi selama sejarah Republik Indonesia.
Dijelaskannya, cadangan beras yang ada sudah memenuhi gudang-gudang Bulog. Di gudang pemerintah cadangannya tidak cukup dan kiita harus sewa gudang-gudang lain.
Menurut Presiden, Indonesia sekarang punya cadangan beras lebih dari 5,3 juta ton. Cadangan beras Desember 2025 sebanyak 3,25 juta ton. Sampai dengan 10 Mei 2026 cadangan beras yang kita kuasai sudah 5,3 juta ton.
Indonesia juga sudah amankan produksi pupuk. Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, harga pupuk kita turunkan 20 persen. Petani-petani kita sekarang bisa menikmati pupuk dengan jumlah yang cukup. “Yang sekarang kita harus jaga adalah jangan sampai pupuk subsidi diselewengkan atau diselundupkan ke tempat lain. Ini harus kita jaga bersama,” ujar Presiden.













