Banner Media 2026 LUWU UNGUL BERKARAKTER DAN BERBASIS AGRIBISNIS

Rencana Relokasi Pasar Mbilim Kayam Ke Snon Bukor, Pemda Raja Ampat Gelar Rapat Dengar Pendapat Bersama Pedagang Pasar

Faktadelik.com, Waisai RajaAmpat –Pemda raja ampat kembali gelar rapat dengar pendapat bersama pedagang pasar mbilim kayam, bertempat di gedung pari di lingkungan perkantoran pemerintah kabupaten raja ampat. (21/08/2023)

Pertemuan turut di hadiri oleh ketua DPRK R4, Dandim 1805 R4, Kapolres R4 yang diwakilkan oleh Kasat Intel serta Pimpinan OPD.

Rapat dengar pendapat tersebut di gelar dalam rangka dengar pendapat antara pemda raja ampat dan pedagang pasar, berkaitan dengan rencana relokasi pasar Mbilim Kayam ke Pasar baru Snon Bukor. Pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan beberapa hal penting yang menjadi dasar acuan relokasi pasar dilakukan.

“Kami akan senantiasa dan selalu berupaya untuk membuat yang terbaik kepada masyarakat raja ampat, tentu rencana relokasi pasar ini kita putuskan berdasarkan segalah aspek, dan apa yang di putuskan ini menjadi tanggungjawab bersama”, ungkap Bupati.

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan dan kesimpulan yang di ambil, setidaknya ada lima poin penting yang di sampaikan langsung oleh Abdul Faris Umlati, atau yang akrab di sapa AFU. Diantaranya, Pedagang Pasar akan di pindahkan secara kolektif, serta Pemda raja ampat akan menyediakan kendaraan bersubsidi roda tiga.

Sementara itu, Ketua Persatuan Pedangan Pasar, Arek Mambrasar merespon baik apa yang di sampaikan oleh bupati raja ampat. Ia, pada prinsipnya sebagai pelaku pedagang pasar tidak menolak niat baik dari pemerintah raja ampat.

“Kalau kami selaku pelau pasar, pada prinsipnya yang pertama tidak pernah menolak niat baik pemerintah, kemudian yang ke dua tentu ada indikator yang kita pakai juga bahwa untuk perpindahan pasar ini tentu ada banyak faktor-faktor penunjang yang harus di lihat. Seperti yang di sampaikan oleh Kadis Perindag, yaitu terkait dengan jalan kemudian pengaturan transportasi, air bersih dan juga tambatan perahu yang di rencanakan akan di bangun tahun ini”, terang Arek saat di wawancarai media ini.

Dirinya mengatakan bahwa selain itu, yang menjadi dasar relokasi pasar tersebut juga tentu melihat kondisi ekonomi di raja ampat saat ini yang di nilai tidak stabil. Menurutnya hal tersebutlah yang menjadi alasan kuat sehingga para pedagang berkeberatan untuk dipindahkan dari pasar Mbilim Kayam ke Pasar Snon Bukor, di karenakan jarak lokasi pasar yang di nilai jauh menyebabkan akses pembeli mengalami kesulitan di akibatkan mahalnya biaya transportasi.

“Artinya bahwa, pindah itu sudah agendanya Pemerintah tetapi untuk sekarang mestinya belum. Pemerintah harus memastikan bahwa ekonomi daerah ini dalam posisi stabil”, tambahnya.

Selain itu kata Arek, pentingnya Pemda raja ampat untuk memperhatikan para pelaku wisata di kampung-kampung yang juga ikut merasa keberatan dalam relokasi pasar tersebut, di karenakan akses dan fasilitas penunjang serta keamanan dan kenyamanan parkiran speed boat yang dinilai terancam karena lokasi tidak strategis untuk menghindar dari hantaman ombak.

“Jujur saja, kalau tidak ada pengusaha-pengusaha atau pelaku-pelaku wisata dari kampung-kampung pasar waisai tidak bisa jadi apa-apa, artinya bahwa berkembangnya pasar waisai juga sangat bergantung pada pelaku-pelaku wisata yang ada di wilayah kabupaten raja ampat, sehingga hal-hal tersebut yang menjadi dasar kami merasa keberatan untuk di pindahkan ke pasar Snon Bukor”, tutup Arek. (Endi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *