Faktadelik.com, Makassar – Kabupaten Luwu mencatat penurunan prevalensi stunting yang signifikan dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan data pengukuran elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), prevalensi stunting Luwu pada 2026 berada di angka 4,7 persen, turun sekitar 1,5 poin persentase dibandingkan 2025 yang berada pada angka 6,2 persen.
Capaian tersebut disampaikan Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Luwu, dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi TPPS Semester I Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Rabu (7/10/2026).
Rapat koordinasi tersebut digelar untuk memperkuat koordinasi dan sinergi pelaksanaan percepatan penurunan stunting di Sulawesi Selatan sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program dan kegiatan percepatan penurunan stunting selama Semester I Tahun 2026.
Kegiatan dibuka Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, yang menyampaikan pemaparan mengenai arah kebijakan dan penguatan komitmen lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting di Sulawesi Selatan, SERTA pemaparan mengenai strategi efektif percepatan penurunan stunting, termasuk pembelajaran dan tantangan, yang disampaikan Prof. dr. Veni Hadju, M.Sc., Ph.D.
Pada sesi dialog, Wakil Bupati Luwu menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi hasil dari kerja bersama pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terlibat dalam intervensi percepatan penurunan stunting.
“Data SSGI tahun 2024 itu kita di angka 23,6 persen. Alhamdulillah, di tahun 2026 ini dari data e-PPGBM kita berada di angka 4,7 persen. Itu begitu luar biasa signifikan yang kami alami,” ujar Muh. Dhevy Bijak Pawindu.
Meski demikian, Wabup menegaskan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah daerah berpuas diri. Menurutnya, penurunan stunting harus terus menjadi prioritas dengan memperkuat koordinasi, komunikasi, serta dukungan lintas sektor.
“Itu menjadi kebanggaan buat kami, kesyukuran buat kami, tapi sesuai dengan penyampaian Ibu Wagub tadi, bahwa kita tidak boleh jemawa, tidak boleh berbesar hati, tidak boleh berbesar diri. Kita harus terus semangat dalam menurunkan angka stunting di wilayah kita. Ini yang menjadi prioritas kami,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan juga memberikan insentif kepada daerah yang hadir langsung Ketua TPPS bersama kepala OPD pengampu sebagai bentuk dukungan terhadap komitmen percepatan penurunan stunting.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, dr. Rosnawary, menjelaskan bahwa penurunan stunting dilakukan melalui intervensi yang melibatkan berbagai perangkat daerah dan sektor terkait.
Intervensi tersebut antara lain program Genting dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) penyuluhan melalui dana desa, bantuan pangan bagi balita gizi buruk dari sektor ketahanan pangan, serta dukungan Dinas Sosial melalui kepesertaan BPJS bagi bayi dan balita stunting.
Dinas Kesehatan juga melaksanakan PMT pemulihan berbahan dasar pangan lokal dan paket sehat. Sementara Dinas Perikanan menjalankan program gemar makan ikan, Dinas Pertanian melalui gerakan pangan murah dengan prioritas sasaran stunting, serta sektor pendidikan melalui dukungan aksi bergizi.
Intervensi lainnya dilakukan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melalui program pendewasaan usia pernikahan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang melalui penyediaan air bersih dan sanitasi layak, Kementerian Agama melalui pendidikan calon pengantin dan kerja sama dengan KUA terkait dokumen serta persyaratan pranikah.
Sementara itu, sektor perumahan dan kawasan permukiman turut mendukung melalui pembangunan infrastruktur sanitasi dan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH).
Intervensi stunting lintas sektor lain juga dilaksanakan Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu yang gencar melaksanakan sosialisasi pencegahan stunting, pendampingan serta pemberian bantuan kepada bayi balita stunting. Keterlibatan pemerintah desa, kecamatan serta beberapa perusahaan juga menunjang upaya penurunan stunting di Kabupaten Luwu.













