Supervisi Pelaksanaan Pembelajaran Salahsatu Tupoksi Kepala Sekolah

Faktadelik.com, Enrekang – Senin 28 April 2025, Kepala UPT SMA Negeri 2 Enrekang (Sukayono,S.Pd.,M.Pd.) melaksanakan tugas penting dalam rangka memastikan kualitas pembelajaran di sekolah.

Salah satu tugas pokok dan fungsi sebagai Kepala Sekolah adalah melakukan Supervisi Pelaksanaan pembelajaran oleh guru mata pelajaran di kelas.

Supervisi ini bertujuan untuk memberikan umpan balik yang konstruktif kepada guru, serta memastikan bahwa proses pembelajaran berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Pada hari ini, Senin 28 April 2025 setelah Upacara Bendera melakukan Supervisi Pelaksanaan Pembelajaran kepada salah seorang guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris yakni Drs.Abdul Muiz Muin,M.Pd.I. di Kelas XI 8.

 

Adapun Tujuan Supervisi Pelaksanaan Pembelajaran ini, yakni :

1. Mengidentifikasi Metode Pembelajaran:
Menilai efektivitas metode pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris.
2. Menilai Interaksi Guru dan Siswa:
Mengamati tingkat interaksi antara guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
3. Penggunaan Media Pembelajaran:
Menilai penggunaan media atau alat bantu yang digunakan dalam proses pengajaran.
4. Evaluasi Keterlibatan Siswa:
Menilai sejauh mana siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

Dari hasil pengamatan di Kelas Drs. Abdul Muiz Muin,M.Pd.I. menggunakan metode pembelajaran yang interaktif, yang melibatkan diskusi kelompok dan tanya jawab. Metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.

Guru menunjukkan kemampuan komunikasi yang baik dengan para siswa. Ia mampu menciptakan suasana kelas yang hangat dan inklusif, mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi.

Dalam pelajaran ini, Drs. Abdul Muiz Muin,M.Pd.I memanfaatkan presentasi multimedia dan bahan ajar yang menarik untuk mendukung proses pembelajaran. Hal ini membantu siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Siswa di Kelas XI 8 menunjukkan keterlibatan yang tinggi. Mereka aktif berpartisipasi dalam diskusi dan antusias dalam kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan.

Pengamatan ini menunjukkan bahwa Drs. Abdul Muiz Muin, M.Pd. telah melaksanakan tugasnya dengan baik, menggunakan metode pembelajaran yang efektif, dan menciptakan lingkungan belajar yang positif. Namun, disarankan agar terus meningkatkan variasi metode pengajaran untuk mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa. Selain itu, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dapat terus ditingkatkan untuk meningkatkan daya tarik dan efektivitas pengajaran.

Dengan demikian, diharapkan kualitas pembelajaran di SMA Negeri 2 Enrekang dapat terus meningkat, dan siswa dapat mencapai hasil belajar yang optimal,ungkap Sukayono. (*)