Berita  

Ubah Limbah Jadi Energi, DLH Wajo Luncurkan Digester Biogas Mini di Desa Wecudai

FAKTADELIK.COM, WAJO – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo, A. Fakhrul Rijal B, terjun langsung bersama timnya merancang dan membuat digester biogas portable (mini) sebagai inovasi pemanfaatan limbah organik menjadi sumber energi alternatif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Digester biogas portable tersebut dirancang untuk mengolah kotoran sapi melalui proses penguraian anaerob menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan langsung untuk kebutuhan rumah tangga, seperti memasak dan keperluan energi lainnya.

A. Fakhrul Rijal B menyampaikan, inovasi ini merupakan langkah nyata DLH Wajo dalam mengubah limbah yang selama ini dianggap beban lingkungan menjadi sesuatu yang bernilai guna.

“Alhamdulillah, kita mencoba membuat digester biogas portable atau mini. Limbah kotoran sapi kita olah menjadi gas yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk memasak dan kebutuhan rumah tangga lainnya,” ungkapnya.

Untuk tahap awal, Desa Wecudai ditetapkan sebagai lokasi pilot project pengembangan teknologi ini. Desa tersebut dipilih karena memiliki populasi ternak sapi cukup besar, sehingga potensi ketersediaan bahan baku limbah ternak sangat memadai.

“Sementara Desa Wecudai kita jadikan pilot project. Selanjutnya kita akan kembangkan lebih luas lagi, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan limbah yang ada di sekitarnya menjadi sumber energi,” jelas Kadis DLH Wajo.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bahan baku digester biogas tidak terbatas pada kotoran sapi saja. Berbagai limbah organik lainnya juga dapat dimanfaatkan selama memenuhi karakteristik yang sesuai untuk proses produksi biogas.

Dengan inovasi ini, limbah peternakan yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dapat diolah menjadi sumber energi bersih dan terbarukan.

Kadis DLH Wajo juga mengajak masyarakat untuk mengubah pola pandang terhadap limbah.

“Jangan takut biogasnya habis. Selama bahan bakunya tersedia dan terus kita olah, gasnya bisa terus diproduksi. Ternyata yang selama ini kita anggap limbah, justru bisa menjadi sumber energi yang tidak pernah habis selama bahan bakunya terus tersedia,” pungkasnya.

Inovasi digester biogas portable ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendukung pengelolaan limbah organik, pemanfaatan energi alternatif, pengurangan pencemaran lingkungan, serta mewujudkan Kabupaten Wajo yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

(HARDIWAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *