FAKTADELIK.COM – Yakin Usaha Sampai (YAKUSA) Siprianus Habur resmi meminang Lucius Modo Bakal Calon Wakil Bupati di Kisol Pada Kamis (23/52024).
Sejumlah simpatisan dari berbagai kecamatan memadati rumah Luco. Kader Demokrat itu sangat antusias menerima kedatangan Sipri. Senyum sumringah masyarakat pun tak terbendung. Sungguh sebuah fenomena yang dibanggakan.
Sipri-Luco bukan lagi dua melainkan satu. Keduanya bersatu dalam tekad untuk membawa Matim menjadi lebih baik. Wajah Matim harus berubah. Berubah dari mental feodalisme.
Rakyat harus menjadi tuan atas rumahnya sendiri. Terbukti rakyat Matim hadir menyaksikan langsung proses tunangan yang sakral itu.
Pinangan suci Sipri untuk Luco menggambarkan nilai adat dan budaya yang diinkulturasi dalam politik. Sebab politik harus mengedepankan etika. Terutama etika sopan santun baik terhadap pasangan, lawan politik dan terutama terhadap rakyat sendiri.
Hakulyakin, rakyat Matim pasti menaruh harapan besar kepada Sipri-Luco untuk periode 2024-2029. Sebab cinta kedua sosok ini tak terlihat adanya dusta. Keduanya memiliki cinta yang tulus untuk rakyat Matim. Terutama membawa Matim keluar dari daerah miskin ekstrim.
Selain itu managemen pelayanan terhadap masyarakat pun pasti dibenah. Hubungan antara masyarakat dan pelayannya tidak hirarkis melainkan layaknya sebagai sahabat. Ada komunikasi dialogis sehingga masyarakat pun senang. Ini yang disebut dengan keadilan.
Untuk itu, pinangan Sipri terhadap Luco hari ini menandakan bahwa cinta suci seorang politisi terletak pada niat untuk melayani kepentingan bersama (bonum comune), bukan kepentingan segelintir orang atau kelompok tertentu.
Itulah kesucian sebuah ikatan cinta. Politik itu seni. Seni menata istana raja. Raja adalah rakyat Matim itu sendiri. (*)












