FAKTADELIK.COM, WAJO – Warga Desa Assorajang, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, dibuat resah dengan kemunculan seekor buaya di area empang yang selama ini dimanfaatkan sebagai lokasi pemancingan ikan milik warga.
Keberadaan buaya tersebut pertama kali diketahui melalui laporan warga yang kemudian disampaikan kepada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Wajo.
Menindaklanjuti laporan tersebut, sebanyak 15 personel gabungan diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan dan upaya evakuasi terhadap satwa liar tersebut.
Tim gabungan terdiri dari personel Pemadam Kebakaran (Damkar), tim penyelamatan, Dinas Perikanan, serta masyarakat setempat.
Komandan Regu Penyelamatan Damkar Kabupaten Wajo, Budiaman, mengatakan laporan mengenai keberadaan buaya tersebut diterima petugas dari masyarakat sekitar pukul 08.00 WITA.
“Setelah menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 08.00 WITA, personel langsung melakukan persiapan. Sekitar pukul 09.00 WITA, tim bergerak ke lokasi untuk melakukan survei sekaligus mencoba proses evakuasi,” ungkapnya.
Namun, upaya evakuasi yang dilakukan petugas belum membuahkan hasil. Tingginya debit dan permukaan air di area empang menjadi kendala utama dalam proses penanganan.
“Untuk sementara, kendalanya adalah kondisi air yang masih tinggi. Kami berupaya mengurangi debit air terlebih dahulu agar proses evakuasi bisa dilanjutkan ketika kondisi sudah memungkinkan,” jelasnya.
Berdasarkan informasi yang diterima, buaya tersebut hingga kini masih berada di area empang atau lokasi pemancingan. Meski demikian, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat kejadian tersebut.
Petugas menghimbau masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di sekitar lokasi, agar meningkatkan kewaspadaan dan untuk sementara waktu menghindari area empang.
Warga juga diminta tidak mendekati, mengganggu, apalagi mencoba menangkap buaya tersebut secara mandiri karena berisiko membahayakan keselamatan.
Upaya penanganan dan evakuasi akan dilanjutkan setelah kondisi air memungkinkan petugas melakukan tindakan lebih lanjut.
HARDIWAN